Calon Presiden AS Joe Bidden dan Donald Trump
Calon Presiden AS Joe Bidden dan Donald Trump

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Upaya menunda pemilihan Presiden AS seperti yang diusulkan Presiden AS Donald Trump ternyata tak disepakati bawahannya.

Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows menegaskan pemilihan presiden Amerika Serikat tetap akan diadakan pada 3 November seperti yang sudah direncanakan. ” Kami akan mengadakan pemilihan pada 3 November dan presiden akan menang,” kata Meadows kepada CBS’s Face the Nation.

Ucapan Meadows digaungkan oleh penasihat kampanye kepresidenan Jason Miller saat wawancara dengan Fox News Sunday. Miller mengatakan bahwa pemilihan akan dilakukan pada 3 November dan Presiden Trump menginginkan pemilihan ditunda.

Donald Trump pada Kamis 30 Juli 2020 sempat mengusulkan untuk menunda pemilihan presiden AS dengan dalih keamanan di tengah pandemi virus corona. ”Tunda pemilu hingga semua orang dapat memilih secara layak dan aman?” cuit Trump melalui Twitter.

Trump mengutarakan usulan tersebut saat sejumlah pihak membahas kemungkinan rencana menggelar pemilu dengan sistem mail-in. Sistem ini membuat warga menerima kertas suara yang dikirimkan langsung ke alamat tempat tinggal. Mereka hanya perlu mengisi surat suara dan mengirimkannya kembali ke pihak berwenang.

Trump berdalih sistem tersebut berisiko membuat pengumpulan dan penghitungan suara menjadi tidak akurat ”Dengan pemilihan mail-in, 2020 akan menjadi pemilu paling tidak akurat dan curang sepanjang sejarah. Akan sangat memalukan bagi AS,” klaim Trump.

Tak hanya anak buahnya, sejumlah petinggi Partai Republik AS juga menolak usulan Trump menunda pilpres. Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan Pemimpin Minoritas Dewan Perwakilan Rakyat Kevin McCarthy – menolak gagasan itu.
”Tidak pernah pernah terjadi dalam sejarah pemilihan federal pemilihan umum tidak diadakan dan kita harus tetap melaksanakan pemilu,” kata McCarthy.

Sementara sekutu Trump, Senator Lindsay Graham, mengatakan penundaan itu “bukan ide yang baik”.

Sejumlah negara bagian AS ingin membuat proses pemungutan suara melalui pos lebih mudah karena pertimbangan kesehatan terkait pandemi virus corona.

Kritikan kepada Trump juga dilontarkan Partai Demokrat. Senator New Mexico, Tom Udall, mengatakan “tidak mungkin” presiden bisa menunda pemilihan. ”Tetapi fakta bahwa dia menyarankan itu adalah serangan serius dan mengerikan terhadap proses demokrasi. Semua anggota Kongres – dan pemerintah – harus berbicara,” katanya.

Chris Stewart, seorang anggota Kongres dari Utah, mengatakan bahwa walaupun dia tidak mendukung wacana penundaan pemilihan, Trump memiliki argumen yang sah tentang pemungutan suara melalui pos yang sulit dipantau.

Usulan Trump akan semakin mentah karena dalam konstitusi AS, presiden tidak memiliki wewenang untuk menunda pemilihan tanpa ada persetujuan dari kongres.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here