Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan dan makan siang bersama di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. (MataIndonesia/Gumilang Jaya Dhana)
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan dan makan siang bersama di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. (MataIndonesia/Gumilang Jaya Dhana)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pilkada Serentak 2020 membuat hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kian harmonis.

Kemesraan ini menyusul banyaknya kerja sama atau koalisi antara PDIP dan Gerindra di berbagai daerah menghadapi pilkada.

“Bu Mega akrab dengan Pak Prabowo, kebijakan ke bawah mengikuti. Kalau ibu tidak cocok, bahwa juga ikut,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto di Jakarta, Kamis 9 Juli 2020.

Namun, ia menegaskan, sebenarnya Mega tidak memberi perintah langsung hingga ke bawah agar berkoalisi dengan Gerindra. Hanya saja, para kader melihat preferensi politi dari kedekatan kedua tokoh tersebut.

“Maka mendekati PDIP dekatilah ketua umum. Itu sudah pasti ke bawah. Enggak usah diperintah,” ucapnya.

Mengenai rekomendasi Pilkada 2020, Bambang mengaku telah diperintah untuk mengumumkan pada 11-18 Juli mendatang. Ada 162 daerah yang akan diumumkan. Tidak termasuk pemilihan gubernur karena belum final.

Salah satu koalisi dengan Gerindra terlihat di Pilkada Tangerang Selatan. PDIP memberikan rekomendasi kepada Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, keponakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here