bank indonesia
Bank Indonesia

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selama sepekan terakhir, investor asing menarik diri dari pasar modal tanah air. Salah satu penyebab utamanya adalah soal Corona Phobia atau ketakutan akan wabah Virus Corona.

Gubernur BI Perry Warjiyo pun mengaku pihaknya mencatat aliran modal keluar (capital outflow) dari Indonesia mencapai Rp 980 miliar sepanjang pekan ini.

“Kekhawatiran investor di pasar karena berita-berita mengenai Virus Corona. Kelihatan sekali, karena ada penurunan harga saham yang kemudian ada outflow sedikit mengenai Rp 0,98 triliun di minggu ini,” ujarnya di Jakarta, Jumat 24 Januari 2020.

Selain karena heboh virus Corona, aliran modal keluar juga disebabkan oleh ketidakpastian global yang muncul dalam seminggu terakhir. Salah satunya, terkait pertemuan raksasa ekonomi dunia yang dikenal dengan G3 Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

“Ini juga berkaitan dengan risiko geopolitik maupun risiko yang terjadi karena G3,” ujarnya.

Meski begitu, aliran modal masuk (capital inflow) masih meningkat. Tercatat, hingga 23 Januari 2020, aliran modal masuk mencapai Rp 25,79 triliun. Aliran masuk modal tersebut ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 26,1 triliun dan saham Rp 2,57 triliun.

Perry menilai aliran modal masuk tersebut tak lepas dari meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental perekonomian Indonesia. Sebagai informasi, penyebaran virus Corona yang berasal dari Wuhan, Cina kini sudah menyebar ke sejumlah negara, termasuk ASEAN.

Tiga negara di Asia Tenggara telah mengonfirmasi kasus pasien virus Corona yaitu Singapura, Thailand, dan Vietnam. Virus ini diduga pertama kali muncul dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan.

Virus yang menyebar sejak 8 Desember 2019 diduga ditularkan dari hewan ke manusia. Belakangan dilaporkan infeksi virus sudah mencapai tahap antar manusia.

Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah Cina dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi. Sampai saat ini dilaporkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di China mencapai 570 orang.

Penyebaran virus corona menyerupai Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang menewaskan hampir 650 orang di daratan Cina dan Hong Kong pada 2002-2003 lalu.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here