Ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi

MATA INDONESIA, JAKARTA – Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III diprediksi kembali mengalami kontraksi minus 2,9 persen hingga minus 1 persen.

Kemenko Perekonomian menyatakan, dengan proyeksi itu, maka Indonesia akan mengalami resesi pada kuartal III 2020.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir berkata, dari beberapa indikator ekonomi yang terlihat, maka proyeksi titik tengah pertumbuhan ekonomi berada di minus 1,95 persen pada kuartal III-2020.

“Dan kemungkinan terkontraksi pula di kuartal III dengan kisaran minus 2,9 persen sampai dengan minus 1 persen, dengan titik tengah minus 1,95 persen,” kata Iskandar di Jakarta, Senin 5 Oktober 2020.

Dia menambahkan, merosotnya ekonomi pada kuartal III 2020 dipicu oleh pembatasan sosial di sejumlah wilayah. Kendati begitu, dia meyakini kontraksi pada periode Juli-September membaik ketimbang minus pada April-Juni.

Indikator perbaikan itu, dapat terlihat dari angka Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang lebih baik dibandingkan periode April-Juni.

Pasa September, PMI manufaktur tercatat sebesar 47,2, atau turun dari 50,8 di Agustus. Namun, posisi PMI lebih tinggi dibangdikan posisi PMI manufaktur di April sebesar 27,5 maupun Juni di level 28,6.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here