MATA INDONESIA, JAKARTA – MotoGP membuat aturan-aturan baru yang diputuskan oleh pihak penyelenggara. Adanya beberapa aturan tersebut mencakup di beberapa aspek, mulai dari perangkat yang ada di motor serta aturan tanda-tanda bendera di lintasan.

Pertama ada aturan khusus untuk perangkat-perangkat aerodinamika di motor. Keputusan mengubah aerodinamika diambil dengan adanya kontroversi penggunaan “Swing Arm” oleh tim Ducati di GP Qatar 2019. Pada saat itu, Tim Ducati dianggap melanggar aturan yang berlaku yaitu penambahan perangkat di motor.

Di MotoGP 2020 setiap tim hanya diperbolehkan mengganti atau mengubah desain Aero Body di motor hanya satu kali dalam semusim, berbeda dengan musim lalu aerodinamika motor bisa diubah sebanyak dua kali dalam semusim.

Berikutnya, adanya peraturan bagi pembalap yang melakukan jump start. Sebelumnya pembalap yang melakukan jump start akan dihukum ride through penalty atau melaju melewati pit lane. Hukuman itu dianggap terlalu berat sehingga bisa merugikan pembalap dari sisi waktu.

Di musim MotoGP 2020, pembalap yang melakukan jump start akan dihukum dengan long lap penalty, yaitu pembalap diharuskan melewati area tertentu yang ada di sirkuit dan akan mebambah catatan waktu bagi pembalap yang melanggar jump start.

Setiap penalty long lap dianggap membebani pengendara antara tiga dan lima detik per putaran, tergantung pada sirkuit, yang berarti total penalti akan sama dengan antara enam dan 10 detik yang telah dipilih sebagai hukuman yang lebih adil.

Di aturan yang ketiga membahas mengenai tanda dari adanya bendera sebagai peringatan bagi pembalap yang melakukan pelanggaran, seperti:

1. Yellow Flag
Aturan baru mengenai bendera kuning di lintasan dikaitkan dengan masalah keamanan. Aturan ini mulai berlaku pada Grand Prix Andalusia 2020 di sirkuit Angel Nieto. Kebijakan ini dibuat oleh FIM Motorsport selaku penanggung jawab balapan untuk menhindari hal-hal yang tidak diinginkan.

FIM kemudian melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk membicarakan aturan bendera kuning. Aturan baru ini telah disepakati pada hari Kamis 23 Juli 2020, dimana setiap pembalap harus mengurangi kecepatan setiap melihat berkibarnya bendera kuning tersebut.

2.Black Flag
Jika pembalap terkena peringatan bendera berwarna hitam, maka pembalap yang melanggar dan nomornya tercantum diharuskan untuk keluar dari lintasan, artinya pembalap tersebut telah didiskualifikasi dari balapan yang sedang berjalan.

Di musim ini pembalap yang terkena peringatan bendera hitam atau black flag, maka pembalap tersebut memerlukan izin resmi dari pihak teknis MotoGP untuk bergabung kembali ke atas sirkuit.

Reporter: Fachmi Juniyanto

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here