Rupiah (ilustrasi)
Rupiah (ilustrasi)

MINEWS.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah terbatas atau tak bergerak dari posisi penutupan kemarin sore yaitu di level Rp 14.060 per dolar AS.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah hari ini di posisi Rp 14.099 per dolar AS, menguat dari posisi kemarin Rp 14.080 per dolar AS.

Sepanjang hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp 14.060 hingga Rp 14.105 per dolar AS.
Mengutip data RTI Business, pergerakan sejumlah mata uang di negara Asia bervariasi. Misalnya mata uang Yen Jepang naik 0,45 persen. Mata uang Yuan China melemah 0,12 persen. Mata uang dolar Singapura juga melemah 0,04persen.

Sementara laju mata uang negara maju juga rata-rata melemah seperti dolar Australia yang turun 0,48 persen. Euro turun 0,32 persen. Poundsterling naik 0,15 persen.

Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa yang menyebabkan rupiah melemah tipis karena penurunan suku bunga acuan The Fed tak sesuai ekspektasi investor.

“Investor masih memilih berhati-hati dalam menyikapi keputusan The Fed yang belum memastikan arah kebijakan suku bunga AS ke depan,” ujarnya sore ini.

Selain itu, pergerakan rupiah juga disebabkan oleh sikap Bank of Japan juga mempertahankan target suku bunga jangka pendeknya di -0,1 persen.

“Pasar sedang menunggu pertemuan kebijakan Bank of England Kamis nanti. BOE diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, tetapi ketidakpastian Brexit telah mempersulit prospek kebijakan moneter,” kata dia.

Sementara dari sisi internal, Bank Indonesia (BI) yang kembali menurunkan suku bunga sesuai dengan ekspektasi sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen.

“Sentimen dari BI ini yang membantu laju rupiah ditutup melemah terbatas,” ujar dia.