Ayatollah Ali Khameini. (Foto: The Times of Israel)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL  – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini menolak prospek negosiasi baru dengan negara-negara Barat. Bahkan ketika pemerintah Teheran optimis mengenai kembalinya perusahaan asing dalam ketiadaan Presiden Donald Trump berikut sanksi-sanksinya.

Kemenangan Joe Biden di ajang Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) meningkatkan kemungkinan Paman Sam akan kembali bergabung ke Pakta Nuklir Iran atau yang dikenal pula sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) yang dicapai dengan kekuatan dunia tahun 2015.

Dengan demikian, maka sanksi terhadap Iran akan dicabut sebagai imbalan atas pembatasan program nuklir Iran. Sebagaimana diketahui, Presiden Donald Trump menarik diri dari Pakta Nuklir Iran tahun 2018 dengan alasan “perjanjian sepihak yang mengerikan dan seharusnya tidak pernah diwujudkan.”

Teheran pun memberi respons. Saat itu Presiden Iran, Hassan Rouhani mengancam akan melanjutkan kembali pengayaan uranium dan program nuklirnya.

Staf Biden mengatakan bahwa mantan Senator Delaware itu bertujuan memulihkan kesepakatan, asalkan Iran kembali mematuhinya. Tetapi para diplomat dan analis juga mengatakan ini tidak mungkin terjadi dalam semalam, sebab kedua belah pihak menginginkan komitmen ekstra.

Washington ingin Iran mengekang program rudal yang tidak tercakup dalam kesepakatan nuklir dan mengurangi intervensinya di Timur Tengah. Iran sendiri telah sejak lama menegaskan tidak akan bernegosiasi mengenai rudal dan tidak ada pembicaraan yang dapat dimulai kecuali Washington kembali ke Pakta Nuklir dan mencabut sanksi tanpa syarat.

“Kami pernah mencoba cara agar sanksi dicabut dan dinegosiasikan beberapa tahun, tetapi ini tidak membawa kami kemana-mana,” kata Ayatollah Ali Khameini, melansir Reuters, Rabu, 25 November 2020.

“Mereka mencampuri urusan dalam negeri kami, sementara mereka melarang kami ikut campur. Sedangkan Inggris dan Prancis juga memiliki rudal nuklir, mereka memberi tahu kami untuk tidak memiliki rudal. Apa hubungannya dengan Anda? Anda harus terlebih dahulu mengoreksi diri Anda sendiri,” sambungnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here