Jenazah Khin Maung Latt ketika dimakamkan. (Foto: Rappler)

MATA INDONESIA, NAYPYIDAW – Pejabat Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar Khin Maung Latt yang pernah bekerja sebagai manajer kampanye untuk salah satu dari dua anggota parlemen Muslim yang terpilih tahun 2020 tewas semalam dalam tahanan polisi.

Ba Myo Thein, anggota majelis tinggi parlemen yang dibubarkan setelah kudeta, mengatakan bahwa ada luka memar di kepala dan tubuh Khin Maung Latt, semakin menimbulkan kecurigaan bahwa dia telah dianiaya.

“Sepertinya dia ditangkap pada malam hari dan disiksa dengan kejam. Ini benar-benar tidak bisa diterima,” katan Ba Myo Thein.

Polisi di Pabedan, distrik Yangon tempat Khin Maung Latt ditangkap, menolak berkomentar. Berdasarkan laporan media, Myanmar Now, polisi menembakkan granat kejut dan gas ait mata untuk membubarkan aksi duduk puluhan ribu demonstran di Mandalay. Sedikitnya 70 demonstran ditangkap aparat kepolisian.

Sementara Serikat Buruh Utama di Myanmar meminta anggotanya untuk menutup segala aktivitas ekonomi pada Senin (8/3) demi mendukung kampanye melawan kudeta awal Februari.

Hal ini diyakini akan meningkatkan tekanan pada junta militer Myanmar usai pasukannya menembakkan senjata dan menduduki rumah sakit di kota utama Yangon, setelah seharian melakukan protes besar-besaran.

Para saksi melaporkan suara tembakan atau granat kejut di banyak distrik ibu kota setelah malam tiba, namun tak disebutkan apakah ada korban terluka. Media lokal melaporkan, tentarra mendirikan kemah di rumah sakit dan kompleks universitas.

Sebuah organisasi nirlaba, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, mengatakan tentara dengan sengaja meneror penduduk di Yangon. Aliansi sembilan serikat pekerja menyatakan rencana penutupan aktivitas ekonomi secara total.

“Melanjutkan aktivitas ekonomi dan bisnis seperti biasa … hanya akan menguntungkan militer karena mereka menekan energy rakyat Myanmar. Sekaranglah waktu untuk mengambil rindakan untuk mempertahankan demokrasi kita,” tutur Asosiasi Buruh dalam pernyataan bersama, melansir Reuters, Senin, 8 Desember 2021.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here