Ilustrasi perbankan

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, selama pandemi Covid-19 tahun 2020, kinerja industri keuangan mengalami perlambatan.

Namun, sisi baiknya, di masa pandemi ini, kredit bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru tumbuh 0,63 persen, begitu juga kredit BPD dan bank syariah.

“Beberapa kelompok Bank BUMN tetap tumbuh 0,63 persen, BPD tumbuh 5,22 persen dan Bank syariah tumbuh 9,5 persen,” kata Wimboh dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021 di Jakarta, Jumat 15 Januari 2021.

Sementara untuk kredit perbankan tahun 2020, menurut Wimboh, mengalami tekanan dan terkontraksi minus 2,41 persen (yoy).

“Kredit perbankan terkontraksi minus 2,41 persen karena banyak perusahaan korporasi yang belum berjalan dengan penuh, sehingga kredit modal kerja ini masih tertahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wimboh mengatakan likuiditas perbankan masih cukup memadai. Ditandai oleh alat likuid perbankan yang terus meningkat mencapai sebesar Rp 2.111 triliun. Meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1.251 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan juga tumbuh sebesar 11,11 persen (yoy). Alat likuid per non-core deposit 146,72 persen dan liquidity coverage ratio 262,78 persen, lebih tinggi dari threshold-nya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here