MATAINDONESIA, PADANG – Tak mau berpolemik, Biro perjalanan wisata Coco’s Tour, yang mendatangkan 150 wisatawan Cina berwisata ke Sumatera Barat, memutuskan untuk menginapkan semua tamu di salah satu hotel di Padang. Hal itu dilakukan setelah ada keresahan dan kekhawatiran dari sejumlah pihak termasuk desakan sejumlah ormas terkait penyebaran virus corona.

”Setelah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, baik Dinas Pariwisata hingga Kepolisian, kami memutuskan untuk menginapkan para tamu di hotel,” kata Perwakilan Coco’s Tour, Yunando, Padang, Senin 27 Januari 2020 seperti dilansir kantor berita Antara.

Sebanyak 150 turis asal Kunming, China, tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, pada Minggu pagi 26 Januari 2020. Rencana awal, rombongan wisatawan mancanegara tersebut akan berwisata selama lima hari di Sumatera Barat pada 26-30 Januari 2020. Namun, kedatangan wisatawan mendapat penolakan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bukittinggi-Agam.

Menyikapi penolakan sejumlah pihak yang khawatir dengan penyebaran virus Corona, Yunando mengatakan itu menjadi ujian yang harus dihadapi selaku pelaku pariwisata. ”Kami bisa memahaminya, namun rencana mendatangkan para turis sudah jauh hari digagas, dan kami juga tidak menduga ada kejadian virus ini,” katanya.

Yunando menambahkan, sejak kedatangan pada Minggu (26/1), para turis ini sudah diajak ke Kota Pariaman untuk menyaksikan Sekolah Beruk serta ke Kota Bukittinggi. ”Untuk ke Bukittinggi sudah dibawa ke Panorama dan Lubang Jepang,” ujarnya.

Namun, untuk perjalanan lanjutan seperti ke Kabupaten Tanah Datar, yang rencananya berlangsung pada Senin 27 Januari 2020), dibatalkan dan semua tamu dibawa langsung ke Padang.

Ia mengharapkan para turis tidak ada yang komplain karena berubahnya jadwal perjalanan. Yunando mengklaim para wisatawan tersebut menikmati wisata di Sumatera Barat, meski baru berkunjung selama dua hari. ”Mereka mengatakan selama berkunjung ke Indonesia, hanya di Sumbar yang dapat sambutan luar biasa, makanannya sederhana tapi rasanya mewah,” ujarnya.

Sejumlah pihak terutama di sosial media, desakan untuk memulangkan para turis Cina ini cukup kencang. Namun rencana pemulangan wisatawan Cina lebih awal bukan perkara yang mudah.

Menurut dia, proses tersebut paling cepat membutuhkan waktu dua hari karena banyaknya prosedur dan perizinan yang harus dilalui mulai dari Kementerian Pariwisata, Kedutaan Besar China, Imigrasi, Angkasa Pura II hingga maskapai. ”Untuk maskapai saja kami mengajukan sejak Oktober 2019 namun izin baru keluar awal Januari 2020,” kata dia.

Ia memastikan kedatangan gelombang wisatawan selanjutnya asal Cina ikut dibatalkan karena situasi tidak kondusif.

Terkait dengan kondisi wisatawan saat ini, ia menyampaikan, semuanya dalam keadaan sehat dan tidak ada yang sakit. ”Mereka semua sehat dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sekali sehari,” ujarnya.

Kepala Biro Humas Sekretariat Provinsi Sumbar, Jasman Rizal menyebut kedatangan wisatawan Cina merupakan program pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar membantu memfasilitasi kedatangan tamu tersebut.”

Jasman juga membantah Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno sengaja menyambut kedatangan wisatawan Cina di Bandara Internasional Minangkabau.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here