Ngaku Titisan Yesus, Mantan Polantas Rusia Ditangkap Aparat Keamanan
Sergei Torop alias Vissarion yang mengaku titisan Yesus Kristus (themoscowtime.com)

MATA INDONESIA, MOSKOW – Seorang pria Rusia bernama Sergei Torop alias Vissarion ditangkap aparat keamanan Rusia. Buntut penangkapan tersebut karena dirinya mengaku sebagai titisan Yesus Kristus dan menjadi pemimpin sebuah sekte.

Melansir themoscowtimes.com, Selasa 22 September 2020, pria yang merupakan mantan petugas Polantas Rusia ini diringkus di lokasi komunitas sekte di pedalaman Siberia. Torop sudah memimpin sekte itu selama tiga dasawarsa.

Penangkapannya tak mudah. Pihak keamanan sampai harus merancang operasi khusus yang melibatkan anggota badan intelijen (FSB) untuk menangkap Sergei.

Dua tangan kanannya, yaitu Vadim Redkin yang merupakan mantan pemain drum grup musik di era Uni Soviet, dan Vladimir Vedernikov ikut dibekuk dalam operasi tersebut.

Menurut keterangan aparat, Sergei dan sejumlah pembantunya dijerat dengan sangkaan membentuk organisasi keagamaan secara tidak sah, dan sekte itu memeras dan membuat para pengikutnya mengalami tekanan mental.

Tak hanya itu, Sergei juga mengaku pernah mendapat ilham dan menyatakan rezim Uni Soviet bakal runtuh. Ia juga pernah menyatakan bahwa Yesus sedang mengawasi pengikutnya dari luar angkasa dan tak jauh dari Bumi. Sedangkan menurut dia, Bunda Maria adalah pihak yang menjalankan negara Rusia.

Akan tetapi, akhirnya Sergei mengklaim bahwa dia adalah Yesus. Di dalam sektenya, Sergei menerapkan aturan dengan mengambil sejumlah gagasan dari ajaran Kristen Ortodoks, pecinta lingkungan dan sejumlah paham lain. Dia memaksa pengikutnya untuk menjadi vegetarian dan melarang transaksi yang melibatkan mata uang.

Ngaku Titisan Yesus, Mantan Polantas Rusia Ditangkap Aparat Keamanan

Para pengikutnya juga harus mengenakan pakaian sederhana. Dia juga menyatakan sistem penanggalan dimulai pada 1961, sesuai tahun kelahirannya. Sergei lantas memindahkan peringatan Natal dari 25 Desember menjadi 14 Januari, yang merupakan tanggal kelahirannya.

Sebagai informasi, Sergei mendirikan gerakan Church of the Last Testament pada tahun 1991. Gerakan itu memikat banyak orang yang memutuskan menjadi pengikut Sergei. Ribuan pengikutnya bermukim di wilayah Krasnoyarsk, Siberia.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here