Benjamin Netanyahu. (Foto: Zimbio)

MATA INDONESIA, YERUSALEM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, pemerintahan koalisi yang baru dibentuk dan siap menggulingkannya adalah hasil dari kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah demokrasi.

Netanyahu yang telah menjabat Perdana Menteri Israel selama 12 tahun itu membuat tuduhan besar-besaran saat Kepala Keamanan Domestik Israel memberi peringatan secara terbuka mengenai prospek kekerasan politik.

“Kami menyaksikan kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah negara ini, menurut pendapat saya dalam sejarah demokrasi mana pun,” tegas Netanyahu dalam komentarnya kepada legislator dari partai sayap kanannya, Likud, melansir Reuters, Senin, 7 Juni 2021.

“Kami, teman-teman saya dan saya di Likud, kami akan dengan keras menentang pembentukan pemerintah penipuan dan penyerahan yang berbahaya ini. Dan jika, Tuhan melarang, itu didirikan, kami akan menurunkannya dengan sangat cepat,” tegasnya.

Netanyahu memfokuskan tuduhannya pada janji kampanye yang dilanggar Bennett. Di mana sebelumnya Bennett telah berjanji untuk tidak bermitra dengan partai-partai sayap kiri, tengah, dan Arab, namun fakta di lapangan justru sebaliknya.

Beberapa jam setelah komentar tersebut, Naftali Bennett –seorang nasionalis yang akan menduduki posisi Perdana Menteri Israel, meminta Netanyahu untuk menerima kenyataan bahwa setiap orang berhak menduduki posisi tersebut.

Pada Rabu (2/6), Bennett mengumumkan dengan pemimpin oposisi Yair Lapid bahwa mereka telah membentuk koalisi pemerintahan dengan dukungan faksi dari seluruh spektrum politik setelah pemilihan umum yang dilaksanakan pada 23 Maret.

“Lepaskan. Biarkan negara bergerak maju,” kata Bennett, menyampaikan sambutannya kepada Netanyahu, yang telah menjabat sejak 2009.

“Tuan Netanyahu, jangan tinggalkan bumi hangus di belakang Anda. Kami semua, seluruh bangsa, ingin untuk mengingat kebaikan yang Anda lakukan selama pelayanan Anda,” sambungnya.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here