MINEWS, JAKARTA-Kualitas udara DKI Jakarta pagi ini, Senin 5 Agustus 2019 jauh lebih baik dari hari sebelumnya. Data Airvisual menunjukan ibu kota tidak lagi menjadi urutan pertama, namun menduduki peringkat ke-20 dengan kualitas udara moderat.

Nah, jika dilihat, kenapa kualitas udara pagi ini lebih baik, salah satu faktornya karena imbas pemadaman listrik yang terjadi sampai belasan jam, Minggu 4 Agustus 2019. Alhasil aktivitas sedikit berkurang baik pabrik maupun kendaraan.

Dilihat di situs AirVisual, Senin 5 Agustus 2019, pukul 08.25 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 81. Artinya, kualitas udara di Jakarta dapat diterima dan hanya menimbulkan sedikit risiko terhadap kesehatan. Peringkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai AQI adalah 0-500. Makin tinggi nilainya, berarti makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Berdasarkan pengamatan AirVisual, Dubai menempati urutan pertama sebagai kota paling berpolusi di dunia pagi ini. Di urutan kedua ada Santiago, Chile dan  posisi ketiga ada Tel Aviv, Israel