rupiah
Ilustrasi rupiah

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diramalkan akan melanjutkan penguatan terbatas di kisaran 13.000-an pada akhir pekan, 27 Desember 2019. Kemarin rupiah ditutup di level Rp 13.955 atau menguat 0,09 persen.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi pergerakan rupiah pada Jumat ini akan bergerak di kisaran Rp 13.940 hingga Rp 13.990 per dolar AS.

Sejumlah sentimen yang akan membayangi laju rupiah di antaranya sebagai berikut.

Pertama, optimisme para pelaku pasar (investor) kembali meningkat pasca adanya informasi bahwa damai dagang AS-Cina fase I akan ditandatangani dalam waktu dekat.

“Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping akan mengadakan upacara untuk menandatangani kesepakatan perdagangan yang baru-baru ini dicapai pada hari Selasa nanti,” kata Ibrahim kemarin sore.

Kedua, soal kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) akan kembali melakukan penurunan suku bunga acuan di awal tahun ini. Hal ini mengindikasikan bahwa ekonimi Amerika masih beresiko bermasalah. “Namun ini berita baik untuk pasar global sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi global,” ujar Ibrahim.

Ketiga, soal Brexit. Para investor Nampaknya telah bersiap untuk menghadapi ketidakpastian global setelah Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa pada Januari 2020 nanti.

Sementara dari dalam negeri, laju rupiah dipengaruhi oleh perayaan natal tahun 2019 yang berjalan kondusif. Hal ini membuat investor kembali optimis terhadap kondisi stabilnya perpolitikan di Indonesia.