Sabtu, Oktober 16, 2021

Moderna Inc Percaya Vaksin Buatannya Dapat Melawan Varian Baru

Baca Juga

MATAINDONESIA, INTERNASIONAL – Belum lama ini dunia kembali digemparkan dengan munculnya varian baru virus corona SARS-CoV-2 di Inggris dan Afrika Selatan. Dilaporkan bahwa varian ini berpotensi lebih menular dibandingkan strain sebelumnya.

Perusahaan farmasi Moderna Inc yakin bahwa vaksin virus corona buatannya dapat melindungi seseorang dan melawan varian baru virus corona yang ditemukan di dua negara di atas. Akan tetapi, khusus varian dari Afrika Selatan, dibutuhkan suntikan booster.

Dalam rilis persnya Moderna Inc mengatakan tidak ada penurunan respons antibodi terhadap varian COVID-19 yang ditemukan di Negeri Ratu Elizabeth. Sementara untuk varian dari Afrika Selatan, ada penurunan respons, meski begitu, Moderna Inc yakin dua dosis vaksinasi virus corona mampu memberikan perlindungan.

Munculnya varian baru di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil telah menimbulkan kekhawatiran baru bahwa mutasi pada virus dapat membuat vaksin virus corona menjadi kurang aktif.

“Virus tidak akan berhenti. Meskipun strain saat ini tampaknya terlindungi dengan baik oleh COVID-19 … penting bagi kami untuk tetap waspada dan mengembangkan alat potensial dan tindakan pencegahan yang akan memungkinkan kami untuk terus mengalahkan pandemi,” tutur Presiden Moderna Inc, Stephen Hoge, melansir Reuters.

Moderna berharap vaksinnya saat ini akan tetap protektif setidaknya selama satu tahun setelah menyelesaikan kursus dua dosis. Itu tidak diharapkan untuk menguji dosis ketiga sampai setidaknya enam bulan setelah kursus itu selesai.

Pakar penyakit menular di Universitas Pennsylvania, Dr. Paul Offit dan anggota panel penasehat vaksin Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, mengatakan bahwa mereka khawatir, vaksin yang ada tidak dapat melindungi varian baru.

“Agak mengkhawatirkan bahwa Anda melihat respons antibodi penetral yang lebih rendah, tetapi itu tidak berarti bahwa Anda tidak terlindungi,” katanya Dr. Paul Offit.

“Tujuan dari vaksin ini adalah untuk menjauhkan Anda dari rumah sakit dan kamar mayat. Jika Anda mendapatkan infeksi simptomatik atau infeksi simptomatik ringan yang tidak membebani sistem perawatan kesehatan,” tuntasnya.

BERIKAN KOMENTAR POSITIF

Ayo berikan komentar
Tuliskan nama

Berita Terbaru

Dianggap Terlalu Cantik, Pria Ini Tak Segan Bersetubuh dengan Mayat

MATA INDONESIA, NAIROBI – Mantan petugas kamar mayat di Kenya yang diidentifikasi bernama Stephen Samaritan mengungkapkan kebiasaan buruknya, yakni...
- Advertisement -

Baca berita yang ini