Bandara New Delhi tempat lelaki Jerman terjebak 54 hari.
Bandara New Delhi tempat lelaki Jerman terjebak 54 hari. (hindustan times)

MATA INDONESIA, NEW DELHI – Ada satu cerita mirip Film The Terminal yang diperankan Tom Hanks saat India menerapkan lockdown nasional untuk atasi Pandemi Covid19. Peristiwa itu dialami seorang Jerman, Edgar Ziebat saat tiba di Bandara New Delhi 18 Maret 2020.

Delhi sebenarnya bukan tujuan utama Ziebat. Saat itu dia hanya transit untuk perjalanan ke Istanbul, Turki dari Hanoi, Vietnam.

Tetapi ketika dia mendarat, India sudah melakukan lockdown dan semua penerbangan dari dan ke Bandara New Delhi dihentikan.

Jadilah Ziebat yang berusia 40 tahun itu mengalami nasib yang sama dengan Viktor Navorski, tokoh yang diperankan Tom Hanks dalam film The Termimal pada 2004, sebab tidak ada penerbangan ke Instanbul.

Persoalan yang membuatnya harus hidup di bandara selama 54 hari adalah catatan kriminalnya di Jerman.

Dampaknya, seperti dilansir Hindustan Times, Pemerintah Jerman menolak menahan Ziebat karena berada dalam yurisdiksi negara lain. Tetapi, petugas keamanan India menolak memberinya visa karena catatan kriminalnya setelah menerima tanggapan dari Kedutaan Besar Jerman di India sehingga Ziebat tidak bisa keluar bandara.

Ziebat sebenarnya tidak sendiri terjebak ruang transit bandara New Delhi. Ada empat penumpang transit lain. Namun, mereka difasilitasi kedutaan masing-masing untuk dibawa ke karantina. Sementara Ziebat memang mengajukan visa India saat berangkat dari Hanoi, karena dia bermaksud tinggal hanya transit.

Lelaki Jerman itu terpaksa tetap di area transit terminal dengan hanya membawa barang bawaannya. Pejabat di bandara yang tak mau disebut namanya menyebutkan Ziebat menghabiskan waktu selama 54 hari dengan membaca majalah dan surat kabar. Ia juga bicara dengan teman dan keluarga melalui telepon.

Saat makan dia pergi beberapa gerai makanan cepat saji yang masih buka di terminal, selain itu berinteraksi dengan petugas bandara, berjalan-jalan di area transit serta menggunakan toilet bandara. Petugas bandara juga memberinya kursi, selimut, pasta gigi, makanan dan kebutuhan harian lainnya.

“Dia memberi tahu para petugas bahwa dia bisa mengatur pengeluarannya. Dia tidur di tempat tidur, bangku, lantai, di mana pun dia suka. Dia sendirian di area transit karena sejak bandara ditutup tak ada penumpang lain,” ujar petugas bandara New Delhi.

Petugas menyebut sekitar pertengahan April, beberapa pejabat khawatir tentang kesehatan Ziebat sehingga menemui lelaki itu. Diketahuilah bahwa orang Jerman itu sebenarnya mampu membeli tiket pesawat dan memiliki visa dari berbagai negara.

Maka, Zibat dinyatakan bisa pergi kemana saja dia suka begitu penerbangan internasional dibuka di bandara itu.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here