Islah Bahrawi
Direktur Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi. (IG @moderat.indonesia's)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi menegaskan bahwa akun media sosial salafi wahabi dianggap meresahkan karena dinilai menyalahkan pemahaman orang lain. Maka wajar bila ada wacana yang meminta pemerintah menutup secara menyeluruh akun atau media online kelompok Wahabi.

“Akun-akun salafi-wahabi sangat meresahkan ya. Artinya potensi perpecahan salafi-wahabi  kan selalu menyalahkan keyakinan orang lain, tafsir orang lain, menyalahkan akulturasi budaya,” kata Islah kepada Mata Indonesia News, Senin 1 Maret 2021.

Ia juga khawatir bila akun-akun salafi wahabi ini masih terus eksis karena dinilai bisa memicu perpecahan seperti di Timur Tengah. Konflik horizontal semacam itulah yang ditakutkan bisa terjadi dan merusak persatuan bangsa.

Islah menilai bahwa hal ini juga dipicu karena faktor agama yang menjadi trigger paling mudah untuk memecah belah bangsa sehingga harus diantisipasi.

“Kalau didiamkan akan mengotak-kotakan tatanan sosial akhirnya ada gontok-gontokan dan kemungkinan akan terjadi konflik horizontal. Konflik komunal akan terjadi, ketika bicara tentang tafsir agama trigger lebih gampang apa yang dikhawatirkan PBNU ini dikhawatirkan persatuan kebangsaan,” kata Islah.

Sebelumnya, wacana penutupan akun dan media online Wahabi dikemukakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. Hal ini ia sampaikan dalam acara Harlah ke-98 PBNU sekalgus peluncuran NU Mobile dan Televisi NU Channel

“Itu medsosnya wahabi-wahabi, online wahabi tutup aja lah, jangan khawatir Pak di Quran ada. Bukan dari saya,” kata Aqil di dalam kanal Youtube NU Channel.

Said Aqil juga mengimbau agar Kemkominfo menindak tegas akun media sosial dan media online yang menyebarkan radikalisme. Ia menegaskan agar tidak khawatir memblokir situs-situs tersebut.

 

 

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here