Turki. (Foto: Culture Trip)

MATA INDONESIA, ANKARA – Seorang petugas keamanan yang bekerja di unit perlindungan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melakukan bunuh diri. Sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidup, ia sempat meninggalkan sebuah catatan.

Dalam catatan tersebut, pengawal yang diketahui bernama Mehmet Ali Bulut itu mengungkapkan bahwa ia menghadapi berbagai hinaan dan ancaman dari pekerjaannya, menurut media Turki.

Kematian Mehmet diputuskan sebagai bunuh diri setelah rekan-rekannya menemukan sebuah catatan di apartemennya. Selain itu, Mehmet juga tidak lagi muncul di tempat kerja dan teleponnya tak dapat dihubungi.

“Saya berharap Anda bisa memperlakukan karyawan Anda dengan baik dan bertanya kepada mereka bagaimana keadaan mereka. Namun yang bisa Anda lakukan hanyalah menghina personel Anda, mengancam mereka, memecat mereka, mempermalukan mereka, dan menjadikan mereka pembohong. Setiap orang punya harga diri, dan saya tidak bisa menerima kata-kata itu,”  isi catatan yang ada di dekat tubuh Mehmet, seperti dilaporkan Al-Arabiya, Kamis, 18 Maret 2021.

Mehmet menjadi petugas keamanan ketiga di Turki yang melakukan bunuh diri tahun ini. Sebelumnya, dua petugas lain yang lebih dulu bunuh diri adalah Halil Akkaya dan Ethem Dağdeviren.

Murat Bakan, seorang anggota parlemen dari oposisi utama memaksa pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus bunuh diri para petugas khusus tersebut.

“Anak-anak ini, pada puncak kehidupan mereka, ingin menjadi petugas polisi, dan kemudian mereka bunuh diri. Apa yang mendorong mereka untuk menyerah pada hidup mereka sendiri? ” kata Murat Bakan.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here