Garuda Indonesia

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dugaan prostitusi terselubung yang melibatkan sejumlah petinggi Garuda Indonesia menjadi buah bibir. Hal itu terjadi setelah beredar cuitan pemilik akun @digeeembok atau ‘digembok e-nya tiga’ pada 6 Desember dan 7 Desember 2019 lalu.

Dalam cuitan tersebut, sang pemilik akun menyebut nama mantan direktur utama Garuda Indonesia Ari Askhara, Direktur Human Capital Heri Akhyar dan Vice President Cabin Crew Garuda Indonesia Roni Eka Mirsa sebagai pelaku utama dalam dugaan prostitusi itu.

Bahkan, Roni disebut sebagai ‘germo’ bagi sejumlah pramugari untuk para pejabat Garuda maupun kolega.

Hal ini lalu ditanggapi oleh Roni. Ia mengatakan hal itu tidak benar.

“Saya di fitnah oleh pengecut yang tidak menampakan dirinya,” ujarnya kepada Minews lewat pesan singkat, Selasa 10 Desember 2019.

Ia juga mengatakan bahwa telah melaporkan pemilik akun Twitter tersebut ke pihak berwajib.

“Sudah (dilaporkan) dan saya serahkan sepenuhnya ke penegak hukum untuk menindak lanjuti,” katanya.

Sementara soal skandal yang melibatkan Ari, dia menolak memberikan jawaban.

“Terkait Pak Ari, Saya no comment bukan ranah saya untuk menjawab. Konfirmasi ke beliau saja,” katanya.