(Foto: BBC)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Menteri Luar Negeri Yunani, Nikos Dendias mengatakan, Turki sedang melakukan operasi militer di tanah asing dan menduduki tanah negara tetangga. Dendias menekankan, hal tersebut bukan hanya mengancam stabilitas Eropa, Arab, dan Kaukasus saja, melainkan juga memicu peperangan.

Turki mempermasalahkan kedaulatan dan hak kedaulatan negara-negara Eropa, menunjukkan bahwa Ankara mentransfer ekstremis dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain dengan mendukung gerakan ekstremis.

Melansir English al Arabiya, Senin, 7 Desember 2020, Yunani juga menuduh Ankara mengeksploitasi krisis migran dan melanggar hak asasi manusia secara lokal dan menciptakan pengaruh di wilayah tersebut.

Ia menilai Turki telah menjadi ancaman nyata bagi stabilitas Eropa, Timur Tengah, dunia Arab, dan kawasan Kaukasus pada umumnya.

Sekutu NATO, Yunani dan Turki, mengadakan konfrontasi yang menegangkan di Mediterania timur. Turki sedang mengeksplorasi cadangan energi di dasar laut di area yang diklaim Yunani berada di dalam landasan kontinennya.

Baik Yunani maupun Turki telah mengirim kapal perang di wilayah tersebut dan latihan amunisi langsung dilakukan di daerah Kreta, Siprus dan pantai selatan Turki. Dua fregat kedua negara juga sempat bertabrakan bulan lalu, menyebabkan kerusakan ringan pada fregat Turki.

Krisis saat ini adalah yang paling berbahaya dalam beberapa dekade sejarah hubungan Yunani dan Turki.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here