MINEWS, JAKARTA-Pemerintah terus melakukan pembaharuan moda transportasi umum bagi masyarakat. Setelah MRT, kini pemerintah bakal meluncurkan bus listrik yang bisa menjadi pilihan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Rencanan Mei mendatang bus listrik ini akan dilakukan uji coba selama enam bulan.

“Hari ini kita lihat sudah ada tiga armada. Untuk mencapai kesiapan itu diuji cobakan di kami. Armada ini harus memenuhi regulasi uji hal tipe. Kalau bisa dimulai tahun ini, kira-kira sekitar enam bulan,” kata Dirut PT Transjakarta, Agung Wicaksono, Kamis, 21 Maret 2019.

Ia menjelaskan, bus listrik yang ramah lingkungan ini bukan dibeli oleh Transjakarta, tetapi milik beberapa operator yang sudah menjadi mitra Transjakarta. Operator tersebutlah yang nantinya akan mengoperasikan bus listrik ini.

Agung menekankan Transjakarta tidak membeli armada dan armada ini akan dioperasikan oleh operator mitra Transjakarta. Ia juga mengatakan nantinya PT Transjakarta hanya akan membayar biaya operasionalnya. Hal tersebut untuk mengkaji berapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam pengoprasion bus tersebut.

“Transjakarta membayar biaya operasionalnya, sehingga kita bisa tahu berapa sesungguhnya biaya operasi yang tadi diperkirakan akan rendah,” ujarnya.

Bus litrik ini merupakan bus yang rendah emisi. Walaupun sekilas secara fisik mirip dengan bus-bus pada umumnya, Agung mengungkapkan komponen yang dimiliki bus listrik ini bakal memiliki biaya perawatan yang rendah.

“Sehingga dalam jangka panjang akan membuat keseluruhan biaya lebih rendah. Biaya total kepemilikan akan lebih rendah atau paling tidak sebanding, walau harga belinya di awal akan lebih tinggi,” katanya.