Ilustrasi main PUBG. (Foto: Istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bukan cuma perang sungguhan melawan Cina, India juga melakukan perang dunia maya dengan melarang lagi 118 aplikasi buatan Cina diakses warganya, termasuk game online paling populer PUBG.

Pemerintah India mengkhawatirkan aplikasi-aplikasi itu bisa melakukan profiling data yang akan mengancam kedaulatan, keamanan serta pertahanan nasional.

Pelarangan itu dikeluarkan setelah muncul ketegangan baru antara India dan Cina di perbatasan Ladakh Timur.

Hindustan Times melaporkan Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India sebelumnya juga sudah menerima keluhan soal penyalahgunaan aplikasi seluler di platform Android dan iOS.

Sementara berdasarkan catatan, terdapat hampir 33 juta pemain PUBG aktif di India sehingga menjadikannya sebagai aplikasi paling populer di sana.

Sebelumnya India melarang 59 aplikasi buatan Cina lainnya, termasuk Baidu, Baidu Express Edition, Tencent Watchlist, FaceU hingga WeChat Reading.

Pemblokiran itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara India dan Cina di sepanjang perbatasan Himalaya yang menjadi obyek sengketa.

Baik India dan Cina mengerahkan lebih banyak pasukan ke wilayah Ladakh pada Juni lalu, dan bentrokan telah menyebabkan sedikitnya 20 tentara India tewas.

Citra satelit menunjukkan Cina telah membangun fasilitas baru yang menghadap ke wilayah perbatasan Himalaya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here