Tsunami (ilustrasi)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masyarakat Sulawesi Barat yang terdampak gempa, diminta untuk tidak mepercayai informasi-informasi, yang tak jelas sumber dan datanya, seperti yang tengah ramai beredar, bahwa akan terjadi gempa yang lebih besar disusul tsunami.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyebut, informasi itu dipastikan sesat, tidak benar alias hoaks.

Namun, ia meminta segenap warga Sulbar, agar tetap waspada kemungkinan bencana susulan, sehingga harus membangun kesiapsiagaan selalu.

“Terkait info itu, sebenarnya dalam konteks membangun kesiapsiagaan, jadi tidak ada prediksi akan ada gempa yang besar kemudian menuju tsunami itu tidak ada. Tetapi berkaca pada kasus yang terjadi di Lombok saat gempa Agustus September 2018 itu rentetan gempa cukup banyak,” kata Daryono, Sabtu 16 Januari 2021.

Daryono berkata, imbauan kepada masyarakat bukan tanpa alasan. Pada 1969 lalu, Majene dan Mamuju pernah dilanda tsunami. Apalagi, dua daerah ini memiliki Magnitudo target yang mencapai 7,0.

“Maka kita tidak salah jika imbau masyarakat untuk waspada terkait gempa susulan,” ujarnya.

Namun, Daryono berharap ke depannya, tidak ada lagi gempa susulan di wilayah ini. Kalaupun ada, skalanya diharapkan kian mengecil.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here