Produk Semen Indonesia

MINEWS.ID, JAKARTA – Produk semen Indonesia dikecualikan dari pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) perdagangan oleh Komisi Tarif Filipina.

Hal itu tercantum dalam laporan akhir penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguard) Komisi Tarif Filipina, yang dikeluarkan  9 Agustus 2019.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan kebijakan itu akan membuat semen Indonesia lebih kompetitif di Filipina.

“Pengecualian ini sangat menguntungkan kita karena negara-negara eksportir semen terbesar ke Filipina seperti Jepang, China, Vietnam, Taiwan dan Thailand terkena BMTP,” kata Indrasari dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu 4 September 2019.

Sementara Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menyampaikan penyelidikan soal BMTP dimulai sejak September 2018. Hasil akhirnya menerapkan BMTP sebesar 12 Peso Filipina untuk setiap semen sak ukuran 40 kilogram.

Otoritas Filipina yang melakukan penyelidikan terdiri atas dua institusi, yaitu Departemen Perdagangan dan Industri untuk penyelidikan awal. Setelah itu penyelidikan dilanjutkan oleh Komisi Tarif Filipina.

Pradnyawati menambahkan peran pemerintah yang terus-menerus bersikap proaktif bersama dengan produsen dan eksportir selama proses penyelidikan menjadi salah satu faktor penting.

Pradnyawati juga mengatakan belakangan ini, Filipina cukup aktif mengenakan instrumen pengamanan perdagangan kepada Indonesia. Di antaranya dengan pengenaan Special Agricultural Safeguard (SSG) untuk produk kopi instan dan penyelidikan safeguard untuk produk keramik dan kaca.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here