Malaysia's women single shuttler Soniia Cheah in action against Thailand's Intanon Ratchanok during the team event semi-finals match at Muntinlupa Sports Complex in Manila yesterday. IZZRAFIQ ALIAS / The Star. December 2, 2019.

MATA INDONESIA, KUALA LUMPUR – Federasi Bulutangkis Malaysia (BAM) takkan mengirimkan pebulutangkisnya ke ajang Denmark Open 2020 Super 750 di Odense, 13-18 Oktober.

Sekjen BAM, Datuk Kenny Goh mengatakan, pergi ke Denmark tak lagi memungkinkan karena tujuan utama Malaysia adalah para pemain bertanding di ajang bergengsi tim even (Piala Thomas dan Uber).

BWF resmi menunda Piala Thomas dan Uber 2020 yang sejatinya digelar di Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober, ditunda menjadi 2021. Sementara itu, BWF hanya mempertahankan turnamen Denmark Open 2020 yang tetap digelar pada 13-18 Oktober sedangkan Denmark Masters pada 20-25 Oktober dibatalkan.

“Dengan ditundanya Piala Thomas dan Uber, kami memutuskan tidak berangkat ke Denmark Open. Apalagi turnamennya hanya satu dan dengan dibatalkannya Denmark Masters, tidak sepadan pergi ke sana,” ujar Goh, dikutip dari The Star, Rabu 16 September 2020.

Rencananya Malaysia akan mengirimkan 21 pebulutangkis ke Denmark, yang terdiri dari Lee Zii Jia dan Liew Darren (tunggal putra), Soniia Cheah (tunggal putri), Aaron Chia-Soh Wooi Yik, Ong Yew Sin-Teo Ee Yi, Goh Sze Fei-Nur Izzuddin Rumsani (ganda putra), Chow Mei Kuan-Lee Meng Yean, Vivian Hoo-Yap Cheng Wen, Pearly Tan-M. Thinaah (ganda putri), dan Tan Kian Meng-Lai Pei Jing, Goh Soon Huat-Shevon Lai Jemie, Hoo Pang Ron-Cheah Yee See (ganda campuran).

Selain Malaysia, negara yang batal mengirimkan pebulutangkis ke turnamen di Denmark adalah, Taiwan, Australia, Thailand, Korea Selatan, dan Indonesia.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here