Ilustrasi mutasi virus corona
Ilustrasi mutasi virus corona

MATA INDONESIA, JAKARTA-Wabah virus corona makin menakutkan. Tercatat sampai saat ini ada 49 negara yang terinfeksi virus mematikan ini. Denmark, Belanda dan Estonia adalah negera terbaru yang mengonfirmasi kasus virus corona.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan semua negara di dunia harus waspada dengan corona tanpa terkecuali.

“Tidak ada negara yang boleh merasa aman, itu fatal sekali. Virus ini punya potensi menjadi pandemi,” tegas Ghebreyesus, seperti diberitakan Reuters.

Hingga saat ini, berdasarkan data Arcgis pukul 08:00 WIB, total kasus corona mencapai 82.594 orang. Negeri terbanyak adalah Cina dengan 78.497 kasus disusul Korea Selatan (Korsel) 1.766 kasus.

Di Eropa, penyakit yang disebut COVID-19 ini, paling banyak ditemukan di Italia. Sedangkan di Timur Tengah, Iran merupakan negara terbanyak yang melaporkan kasus corona.

Sementara itu, angka kematian melonjak jadi 2.810. Sedangkan yang sembuh sebanyak 33.253. Corona pertama kali menyebar di kota Wuhan, Cina.

Sebagaimana dilansir AFP, Kamis 27 Februari 2020, penyakit karena corona yang disebut COVIS-19 ini menjangkit seorang laki-laki yang baru saja kembali dari Italia. “Dia kini dalam kondisi yang stabil dan keluarganya sudah dikarantina di rumah.”

Belanda juga melaporkan hal yang sama pada Kamis. Senada dengan Denmark, korban melakukan perjalanan dari Italia. “Orang yang dekat dengan korban tengah diuji. Pasien kini diisolasi di RS Tilburg,” kata otoritas setempat.

Di Eropa Italia memang negeri dengan kasus corona terparah. sebanyak 14 orang tewas sedangkan 528 terinfeksi.

Estonia melaporkan kasus corona terjadi pada seorang pria warga Iran. Ia melakukan perjalanan bisnis ke negeri itu, meski menetap di negeri Baltik tersebut.

“Orang itu seorang penduduk tetap Estonia tapi bukan warga negara,” kata Menteri Urusan Sosial Tanel Kiik.

Ia menghubungi petugas medis setelah tiba di Tallin dari ibu kota Latvia Riga. Ia terbang dari Istambul, Turki.

Meski demikian, pemerintah mengaku tak akan melakukan karantina kota. “Pasien terisolasi, tidak ada risiko penyebaran penyakit,” tegas Kiik.

Iran sendiri telah mengumumkan 19 kematian karena corona. Sekitar 130 orang terinfeksi termasuk wakil menteri kesehatan negeri itu.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here