Karo Penmas Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo (tribratanews.polri.go.id)
Karo Penmas Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo (tribratanews.polri.go.id)
MINEWS.ID, JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia sudah mengidentifikasi kelompok jaringan internasional yang membuat rusuh di Papua-Papua Barat.
“Sudah dilaksanakan profiling,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin 2 September 2019.

Dedi juga mengaku Polri melakukan komunikasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) hingga Kementerian Luar Negeri (Kemlu) soal keterlibatan kelompok internasional dalam serangkaian kerusuhan di Papua tersebut.

“Sudah ada komunikasi dengan Kemenlu, BIN, Bais dan Kementerian terkait itu issue itu,” ucap Dedi.

Sebelumnya, mantan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengajak seluruh eleman masyarakat Papua-Papua Barat bersama-sama menjaga kenyamanan dan kedamaian, serta jauh dari perpecahan dan kebencian.

Ajakan ini disampaikan oleh Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam dialog interaktif di RRI Jayapura, Kota Jayapura, Minggu 1 September 2019 ketika mendampingi Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Jhosua Pandit Sembiring dengan topik Damailah Papuaku.

“Saya berharap sebagai mantan Kapolda Papua dan saya putra asli Papua, mari kita semua menjaga tanah ini dengan baik, aman dan damai,” katanya.

Jenderal polisi bintang dua itu yang kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Lemdikpolri itu mengungkapkan bahwa keinginan Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian agar semua situasi dapat terkendali dengan aman dan kondusif, bisa kembali seperti semula.

 

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here