MATA INDONESIA, KOPENHAGEN – Libur musim panas saat ini terjadi di beberapa negara Eropa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak warga Eropa untuk melakukan perjalanan dengan standard protokol kesehatan yang sangat ketat.

WHO juga memperingatkan negara-negara Eropa untuk sama sekali tidak keluar dari bahaya dalam pertempuran melawan COVID-19, meskipun tingkat infeksi menurun dalam beberapa pekan terakhir.

”Dengan meningkatnya pertemuan sosial, mobilitas populasi yang lebih besar, dan festival besar serta turnamen olahraga yang berlangsung dalam beberapa hari dan minggu mendatang, WHO Eropa menyerukan untuk berhati-hati,” kata kepala WHO Eropa, Hans Kluge, Kamis 10 Juni 2021.

Selama dua bulan terakhir, kasus COVID-19 baru, kematian, dan rawat inap telah menurun, mendorong 36 dari 53 negara di Eropa untuk mulai melonggarkan pembatasan. Jumlah infeksi COVID-19 yang dilaporkan minggu lalu mencapai 368.000 kasus, atau seperlima dari kasus mingguan dilaporkan selama puncaknya pada April tahun ini.

”Kita semua harus mengakui kemajuan yang dibuat di sebagian besar negara di kawasan ini, kita juga harus mengakui bahwa kita sama sekali tidak keluar dari bahaya,” ujar Kluge.

Kluge mengatakan, apa yang disebut varian Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India, menjadi perhatian. Varian ini, menurut dia, menunjukkan peningkatan penularan dan fenomena immune escape dapat terjadi di wilayah tersebut sementara banyak di antara populasi yang rentan, di atas usia 60 tahun, tetap tidak terlindungi.

”Negara-negara harus belajar dari kebangkitan kasus-kasus yang terlihat selama musim panas tahun lalu, bahkan ketika vaksinasi sedang diluncurkan di seluruh wilayah. Dengan hanya 30 persen orang di Eropa yang telah menerima dosis vaksin pertama mereka, ini tidak akan cukup untuk mencegah gelombang virus lainnya,” kata Kluge.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here