Kota London terhitung 20 Desember 2020 statusnya lockdown (AP)
Kota London terhitung 20 Desember 2020 statusnya lockdown (AP)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jumlah korban semakin meningkat membuat Pemerintah Inggris mengumumkan pembatasan sosial yang lebih ketat (lockdown total). Pemberlakuan ini mulai berlaku 20 Desember 2020 menjelang libur Natal.

Sabtu 19 Desember 2020, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa wilayah London dan Inggris tenggara akan masuk dalam kategori 4, yakni kategori pembatasan sosial tertinggi di mana mengharuskan setiap toko, salon, dan tempat rekreasi ditutup hingga 30 Desember 2020.

Dengan berlakunya pembatasan sosial yang lebih ketat ini, warga Inggris harus membatalkan liburan Natal mereka untuk mengekang penyebaran virus. Padahal, beberapa hari sebelumnya, Johnson sempat mengumumkan pelonggaran pembatasan sosial terkait libur Natal mulai dari tanggal 23 sampai 27 Desember.

Melalui pernyataannya Johnson menyampaikan, ‘’Ketika virus mengubah metode serangannya, kita juga harus mengubah metode pertahanan.’’

Data awal dari pemerintah Inggris menunjukkan mutasi baru virus Corona yang beredar di London dan Inggris tenggara ini 70 persen lebih cepat menular daripada virus yang selama ini ada. Saat ini, London menjadi wilayah dengan kasus penularan tertinggi di Inggris.

Kepala Lembaga Kesehatan Inggris Chris Whitty menyampaikan, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa mutasi baru virus Corona ini lebih mematikan atau menyebabkan penyakit yang lebih parah. Virus jenis baru ini diidentifikasi melalui penelitian genom. Virus bermutasi secara teratur dan para ilmuwan telah menemukan ribuan mutasi berbeda di antara sampel virus yang menyebabkan COVID-19. Namun, belum diketahui apakah virus baru ini berdampak pada vaksin yang sudah ada.

Melalui akun Twitter resminya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, “Kami telah dihubungi oleh pejabat Inggris tentang jenis virus Corona baru yang menyebabkan COVID-19. Mereka akan terus membagikan info dan hasil analisis serta riset yang sedang berlangsung. Kami juga akan memberikan informasi terbaru kepada negara-negara anggota dan publik selama kami mempelajari lebih lanjut tentang karakteristik jenis virus ini dan segala implikasinya.”

Menurut data yang ditulis WHO, terhitung hari Minggu ini, 20 Desember 2020 jumlah kasus positif COVID-19 di Inggris mencapai 1,71 juta kasus dengan angka kematian lebih dari 58 ribu jiwa.

Selain Inggris, beberapa negara Eropa lainnya juga memperketat pembatasan sosial selama beberapa minggu mendatang. Ini dikarenakan kasus COVID-19 yang kembali meningkat setelah sempat menurun pada akhir November lalu. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa negara Eropa yang memberlakukan pembatasan sosial menjelang tahun baru:

  1. Jerman

Jerman akan memulai lockdown pada 23 Desember 2020 dengan sekolah-sekolah dan toko-toko akan ditutup selama Natal dan tahun baru.

Lockdown akan berlangsung hingga 10 Januari tetapi akan sedikit dilonggarkan dari 24 hingga 26 Desember. Minum di depan umum dan penjualan kembang api akan dilarang sebelum malam tahun baru. Sementara itu, pertemuan keagamaan tetapi diizinkan tetapi hanya jika orang-orang menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dan tidak bernyanyi.

  1. Italia

Italia dilarang berpergian ke mana pun pada 24 sampai 27 Desember, 31 Desember sampai 3 Januari, dan 5 sampai 6 Januari.

Toko-toko yang bukan menjual kebutuhan pokok akan ditutup selama waktu itu, sedangkan semua bar dan restoran ditutup dari 21 Desember hingga 6 Januari.

Toko-toko akan diizinkan buka kembali pada 28 hingga 30 Desember dan 4 Januari, ketika masyarakat diperbolehkan meninggalkan rumah mereka.

Gereja-gereja akan tetap buka, tetapi misa tengah malam tidak akan berlangsung tahun ini.

Sementara itu, ibukota Italia, Roma, akan memberlakukan lockdown dari 25 Desember hingga 2 Januari.

  1. Belanda

Belanda akan memulai lockdown yang kedua pada hari 22 Desember hingga setidaknya lima minggu.

Setiap rumah tidak diizinkan memiliki lebih dari dua tamu yang berusia di atas 13 tahun, dan semua tempat umum, termasuk salon dan pusat penitipan anak, akan ditutup hingga 19 Januari. Selain itu, sekolah juga tutup hingga 18 Januari.

Pemerintah menyarankan masyarakat untuk tinggal di rumah, tidak berpergian untuk bekerja dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang lain.

Belanda akan melonggarkan sedikit pembatasan sosial pada 24 hingga 26 Desember dengan mengizinkan setiap rumah menerima tiga tamu.

  1. Swedia

Swedia sudah melakukan lockdown sejak 18 Desember, di mana semua tempat umum, pusat kebugaran, kolam renang, dan perpustakaan yang tidak penting akan ditutup dan baru dibuka kembali pada 24 Januari.

Sekolah tetap tetap buka di luar liburan Natal hingga 24 Januari.

  1. Swiss

Swiss akan menutup semua restoran, bar, tempat budaya, dan fasilitas olahraga mulai 22 Desember selama sebulan.

Hotel diizinkan untuk tetap buka dan gerai makanan pesan antar dapat terus beroperasi. Namun, semua toko harus tutup pada jam 7 malam dan tidak buka diizinkan buka pada hari Minggu.

Setiap rumah diizinkan untuk menerima tamu paling banyak 5 orang antara 24 dan 26 Desember dan pada 31 Desember untuk tahun baru.

Reporter: Safira Ginanisa

 

 

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here