virus flu babi afrika
virus flu babi afrika (foto istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian meningkatkan pengawasan di pintu masuk lalu lintas hewan dan produk yang mempunyai potensi risiko membawa penyakit.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengatakan bentuk pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi temuan virus baru flu babi (swine flu) G4 EA H1N1 yang dipublikasi oleh ilmuwan Cina baru-baru ini.

“Pengawasan sistematis terhadap virus influenza pada babi adalah kunci sebagai peringatan kemungkinan munculnya pandemi influenza berikutnya,’ katanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa ada temuan galur baru virus influenza H1N1 pada babi di Cina yang dianggap para ahli mempunyai potensi menulari manusia dan menimbulkan pandemi di masa yang akan datang.

Ketut mengatakan akan terus memperkuat kapasitas deteksi laboratorium kesehatan hewan di Indonesia, serta meminta jejaring laboratorium tersebut untuk melakukan surveilans untuk deteksi dini penyakit dimaksud.

Menurut dia, temuan virus flu babi ini juga sempat membuat masyarakat bingung, karena menganggap flu babi sama dengan demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

“Kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia pada saat ini adalah ASF dan bukan flu babi,” katanya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here