Orang-orang Terkaya di Dunia
Orang-orang Terkaya di Dunia

MATA INDONESIA, JAKARTA – Organisasi Anti Kemiskinan di Inggris, Oxfam, merilis laporan berskala luas yang menunjukkan tidak semua orang semasa pandemi Covid-19 kesulitan uang. Hal ini terlihat pada sepuluh orang terkaya di dunia yang kekayaan nya cukup untuk membeli vaksin pada seluruh orang di dunia.

Kekayaan 10 laki-laki super kaya ini justru meningkat selama pandemi Virus Covid-19, jika digabungkan kekayaan mereka telah bertambah USD 540 miliar atau setara dengan Rp 7.600 Triliun. Wow.

Itu lebih dari cukup untuk menutupi perkiraan biaya produksi, distribusi, dan pengiriman vaksin Covid-19 senilai USD 141,2 miliar untuk seluruh populasi di dunia.

Kekayaan tersebut juga cukup untuk mencegah siapapun jatuh dari kemiskinan akibat pandemi, yang menurut Oxfom akan menelan biaya sekitar USD 88 miliar US Dollar untuk setahun dan masih menyisakan keuntungan lainnya.

Laporan tersebut mengatakan total kekayaan orang super kaya tersebut setara dengan seluruh pengeluaran semua pemerintah anggota G20 sebagai pemulihan dampak wabah Corona. Sehingga, Oxfam mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan penerapan pajak yang lebih besar bagi orang-orang super kaya itu.

”Ekonomi sedang dicurangi, para elite kaya berada dalam kemewahan sementara mereka yang berada di garis terdepan masa pandemi, asisten toko, petugas kesehatan, dan pedagang pasar berjuang untuk membayar tagihan dan menyediakan makanan di atas meja makannya,” kata Gabriela Bucher, Direktur Eksekutif Oxfam International.

Miliarder seperti kepala Amazon yaitu Jeff Bezos, Bos Tesla yaitu Elon Musk, dan pendiri Facebok, Mark Zuckerberg membangkitkan perekonomian (kekayaan) mereka, sementara pasar saham sedang mengalami kehancuran akibat pandemi.

Dalam laporan tersebut, pendapatan Bezoz naik begitu signifikan sampai periode Sepetember 2020, meski ia memberikan bonus sebesar 105.000 US Dollar (Rp 1,4 Milliar) pada 876.000 karyawannya, ia masih tetap sekaya sebelum pandemi. Oxfam memperkirakan sebanyak 500 juta lebih orang hidup dalam kemiskinan akibat pandemi.

Memang, jumlah donasi amal besar-besaran relatif tinggi sejak pandemi terjadi. Donasi tersebut banyak diinisiasi selebritas, bintang olahraga, dan pemilik bisnis sebagai respons darurat Covid-19.

Dari Mackenzie Scott, mantan istri Jeff Bezoz yang telah menyumbangkan lebih dari USD 4 miliar ke dana bantuan darurat dalam empat bulan. Kemudian, Bezoz telah menyumbang USD 125 juta sebagai upaya penanggulangan virus Corona, Pendiri Twitter, Jack Dorsley juga telah memindahkan USD 1 mlliar asetnya untuk mendukung pemulihan pandemi.

Selain mereka, Penulis JK Rowling juga turut membantu para tunawisma dan mereka yang terkena dampak kekerasan rumah tangga selama Pandemi sebanyak USD 1 juta. Pendiri Microsoft, BillGates dan istrinya pun turut menyumbangkan USD 305 juta  untuk vaksin, pengobatan dan pengembangan diagnostik.

Reporter : Anggita Ayu Pratiwi

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here