Suasana di salah satu bandara di AS ketika libur akhir pekan. (Foto: Business Insider)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Seorang pejabat kesehatan Amerika Serikat (AS) mengatakan, Paman Sam tengah menghadapi bencana buruk dari pandemi virus corona. Bahkan lonjakan virus corona dimungkinkan terjadi saat Natal nanti.

Hal ini dikarenakan liburan panjang selama akhir pekan. Sebagaimana diketahui, banyak warga AS yang “mudik” ke luar kota demi berkumpul bersama keluarga merayakan momen Thanksgiving.

Los Angeles memberlakukan perintah tinggal di rumah untuk 10 juta penduduknya. Sementara Santa Clara, kota di jantung Silicon Valley melarang sekolah menengah, perguruan tertinggi, dan olahraga profesional serta menetapkan karantina bagi mereka yang telah melakukan perjalanan lebih dari 150 mil.

Di Hawai, sang walikota mengatakan pelancong trans-Pasifik yang tiba tanpa tes COVID-19 negatif harus dikarantina selama 14 hari dan bahkan mereka yang telah dites bebas virus dapat dipilih secara acak untuk tes lain. New Jersey menangguhkan semua bentuk olahraga pemuda.

“Bendera merah sedang berkibar dalam hal lintasan proyeksi pertumbuhan kami. Jika tren ini berlanjut, maka kami harus mengambil tindakan yang jauh lebih dramatis, bisa dibilang drastis,” kata Gubernur California, Gavin Newsom, melansir Associated Press, Selasa, 1 Desember 2020.

Para pakar kesehatan memohon kepada warga AS untuk tetap tinggal di rumah selama momen Thanksgiving dan tidak berkumpul dengan siapa pun yang tidak tinggal bersama. Meski demikian, hampir 1,2 juta warga AS memenuhi bandara, pada Minggu (30/11), terbesar sejak pandemi melanda negara itu pada Maret 2020.

Warga AS sekarang didesak untuk selalu mewaspadai tanda-tanda penyakit dan segera dites apabila mengalami gejala. Beberapa keluarga di AS sudah melihat dampak dari pertemuan Thanksgiving.

“Saya pikir kita semua memiliki kecenderungan untuk berpikir itu (virus corona) tidak akan terjadi pada saya. Tetapi masalahnya dengan jenis virus ini adalah hal itu terjadi, terutama ketika kami memiliki penyebaran komunitas yang meluas yang sedang terjadi,” kata Jonathan Eshnaur.

Sedangkan Priya Patel harus mengisolasi diri di rumah orang tuanya di San Antonio usai mengunjungi teman-temannya akhir pekan lalu. Saat ini, Priya merasakan sakit di tenggorokannya.

Priya yang bekerja di bagian kesehatan masyarakat di New York City mengatakan bahwa ia telah berhati-hati, termasuk memakai masker di depan umum dan menghindari restoran dan bar. Namun, ia menghabiskan waktu di rumah temannya di Texas untuk merayakan Thanksgiving.

“Saya orang yang sangat ekstrovert da nada begitu banyak waktu yang dapat saya habiskan dengan orang tua saya di rumah,” kata Priya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here