Buaya berkalung ban di Palu. (Foto: Istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan pembukaan sayembara melepas lilitan ban yang tersangkut pada leher buaya, yang bisa melakukan itu akan mendapat imbalan. Tetapi, sampai saat ini tidak ada seorang pun yang mampu melepas ban di leher buaya tersebut dan akhirnya sayembara resmi ditutup.

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan berhentinya sayembara untuk membebaskan buaya liar dari lilitan ban motor pada lehernya di Sungai Palu karena sepi peminat.

“Iya sayembaranya kita tutup,” ujar Kepala BKSDA Sulteng, Hasmuni Hasmar.

Meski sepi peminat Hasmuni tidak lantas tinggal diam. Ia mencari cara lain agar ban di leher buaya itu bisa terlepas, kalau tidak, maka akan membayakan buaya itu yang semakin lama membesar dan dikhawatirkan bisa mencekik buaya tersebut.

Akhirnya pihak BKSDA telah berkonsultasi dengan Direktur Jenderal Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia serta akan menyiapkan tim untuk membantu membebaskan buaya dari lilitan ban. Saat ini tim tersebut sedang mempersiapkan peralatan pembebasan ke kota Palu.

“Saya sudah berkonsultasi dengan Pak Direktur. Pokoknya BKSDA tidak akan menyerah. Tim yang dibentuk peralatan sedang disiapkan,” kata Hasmuni.

Sebelumnya, pada bulan Januari 2020 lalu BKSDA mengadakan sayembara sampai tanggal 2 Februari. Namun, sampai tanggal 2 kemarin tidak ada warga yang berani membebaskan lilitan ban di leher buaya tersebut.

Ban yang melilit buaya itu sudah ada sejak tahun 2016 silam sampai saat ini belum juga terlepas, makanya inisiatif diadakan sayembara, tetapi nyatanya malah sepi peminat. (Anita Rahim)

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here