Penyerang Liverpool Divock Origi (27) menyundul bola demi mencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas Newcastle United dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion St. James' Park, Newcastle, Inggris, Sabtu (4/5/2019) setempat. (REUTERS/Scott Heppell)
Penyerang Liverpool Divock Origi (27) menyundul bola demi mencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas Newcastle United dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion St. James' Park, Newcastle, Inggris, Sabtu (4/5/2019) setempat. (REUTERS/Scott Heppell)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah lama simpang-siur, akhirnya pihak penyelenggara Liga Inggris memperpanjang masa penundaan pertandingan hingga 30 April 2020 mendatang. Namun, kabar baiknya, kemungkinan liga akan dilanjut awal Mei 2020 nanti, jika wabah corona mulai mereda.

Keputusan memperpanjang penundaan liga itu diambil oleh FA, Premier League, English Football League, Otoritas Liga Wanita dan asosiasi pemain serta para manajer klub melalui video teleconference, Kamis 19 Maret 2020.

“Semuanya sepakat, mencari cara menuntaskan musim 2019/2020 ini dan memastikan kompetisi domestik dimainkan dengan kondisi aman secepatnya,” tulis pernyataan resmi Premier League.

Premier League sudah meliburkan kompetisinya sedari pekan lalu. Setelah itu muncul beberapa opsi untuk menuntaskan musim lebih cepat, termasuk membatalkan hasilnya, atau menjadikan Liverpool sebagai pemuncak klasemen sebagai juara.

Tapi, seiring mundurnya perhelatan Piala Eropa 2020, klub-klub punya waktu lebih untuk menuntaskan kompetisinya. Alhasil, tengga akhir kompetisi musim ini diperpanjang dari awalnya 1 Juni menjadi tak terbatas alias secepatnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here