josip-broz-tito-dan-presiden-soekarno
Josip Broz Tito dan Presiden Soekarno sama-sama dikelilingi perempuan cantik. (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Jozip Broz Tito buat telinga anak zaman now pasti sangat asing. Padahal dia adalah sahabat Indonesia persisnya kawan dekat Presiden Soekarno karena keduanya pengagum perempuan.

Nama terakhirnya adalah untuk samaran saat dia berjuang mengusir rezim fasis Hitler dari tanah airnya, Yugoslavia. Namun, nama itu terus melekat hingga lelaki kelahiran 7 mei 1892 itu menjadi pemimpin negaranya.

Lagi-lagi, anak zaman now tidak bakal mengenal negara Yugoslavia karena sudah tidak ada. Wilayah itu sudah tercerai berai menjadi Serbia, Bosnia, Kroasia dan beberapa negara kecil lainnya.

Hubungan Tito dan Soekarno menjadi erat ketika menggagas Gerakan Non-Blok (GNB) sebagai aliansi alternatif menghadapi NATO dan Pakta Warsawa usai Perang Dunia II sekitar pertengahan 1950 -an.

Selain sama-sama mendirikan GNB mendirikan aliansi alternatif, keduanya ternyata memiliki kemiripan dalam prinsip hidupnya, terutama soal perempuan cantik.

Kehidupan pribadi keduanya banyak dikelilingi perempuan cantik. Jika dalam hidup Soekarno ada Inggit Ganarsih, Fatmawati, Dewi Soekarno dan masih banyak lagi perempuan cantik lainnya, di kehidupan Tito diyakini ada 16 perempuan yang mengelilinginya.

Meskipun hanya tiga perempuan yang resmi dinikahinya yaitu Pelagija Broz (1920–1939), Herta Haas (1940–1943) dan Jovanka Broz (1952–1980).

Ada satu dialog terkenal dari kedua kepala negara yang bersahabat dekat itu saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GNB di Yugoslavia, Sukarno pernah bertanya sebagai berikut:

“Tuan Tito, jika Anda meninggal nanti, bagaimana nasib bangsa Anda?” Dengan bangga, Josip berkata, “Aku memiliki tentara-tentara yang berani dan tangguh untuk melindungi bangsa kami.”

Setelah menjawab pertanyaan ini, Josip ternyata gantian bertanya, “Lalu bagaimana dengan negara Anda, Sahabatku?”

Dengan tenang Sukarno berkata, “Aku tidak khawatir, karena aku telah meninggali bangsaku dengan sebuah ‘way of life,’ yaitu PANCASILA.”

Saat ini warga Serbia sangat mengenal Indonesia terutama mereka sangat hafal alamat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beograd.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here