Facebook
Facebook

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Raksasa media sosial Facebook tengah sibuk melakukan bersih-bersih atau penghapusan terhadap iklan-iklan berbau kampanye, menjelang Pemilu AS.

Facebook juga tak lagi membolehkan media-media milik pemerintah AS beriklan politik di platformnya. Rupanya, medsos milik Mark Zuckerberg tersebut tak ingin Pemilu AS 2020 ini dicampuri pihak asing.

“Kami akan mulai memblokir iklan dari outlet media di AS mulai musim panas ini. Kami sangat berhati-hati untuk melakukan perlindungan ekstra terhadap berbagai jenis pengaruh asing dalam debat publik menjelang Pemilu di November 2020 di AS,” kata pernyataan resmi Facebook, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu 6 Juni 2020.

Beberapa media yang berada dalam daftar blokir Facebook, di antaranya seperti Sputnik, Russia Today, CCTV, dan Xinhua News dari Cina.

Tak hanya melarang iklan politik, Facebook juga mulai melabeli halaman dan postingan dari media-media yang dikontrol negara, dan menampilkan lebih banyak informasi tentang siapa pemilik dan yang menjalankan media tersebut agar lebih transparan.

Keputusan ini diambil Zuckerberg mengingat masih derasnya isu anti-rasisme yang merebak di penjuru AS, pasca kematian George Floyd.

Zuckerberg menyatakan dirinya tak sepakat dengan kebijakan Donald Trump dalam kasus ini. Namun, sebagai pemilik Facebook, Zuckerberg tak ingin membatasi penggunanya untuk berpendapat di platform tersebut, kecuali urusan iklan politik.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here