Sidang skripsi online
Sidang skripsi online

MATA INDONESIA, JAKARTA-Wabah virus corona di Indonesia, memaksa untuk universitas di Indonesia melakukan semua secara online. Salah satunya penyelengaraan sidang skripsi mahasiswanya.

Hampir semua kampus melakukan sidang skripsi online di tengah pandemi corona seperti ini. Namun, ada beberapa universitas yang masih melakukan sidang skripsi secara manual atau offline.

Kedua hal tersebut memiliki kesan berbeda antara satu dengan yang lainnya. “Rasa gugupnya sedikit lebih berkurang, kalau sidang online, karena tidak bertatap muka secara langsung,” ujar Mahasiswi Fakultas ilmu-ilmu kesehatan Universitas Esa Unggul, Widya Indriyani.

Widya mengatakan kendala yang dihadapi saat sidang online adalah koneksi internet yang terkadang mengalami masalah, sehingga terbatas dalam melakukan interaksi.

“Sempat delay saat penguji berbicara, kalau tatap muka secara langsung akan lebih nyaman berdialognya,” ujar Hana Rasyidah, Mahasiswi LP3i.

Walau mendapat keluhan, tapia da segi keuntungannya dari sidang online karena dinilai lebih irit. “Kita tidak repot-repot mencetak hardcopy skripsi. Dikirim via online juga soalnya,” kata Widhika Kabira, Mahasiswi Fakultas Universitas Gunadarma.

Namun, berbeda bagi Mahasiswa Politeknik Negri Media Kreatif, Jurusan Broadcast, Anjas Febrianto, yang tetap melaksanakan sidang offline di tengah pandemi.

Dirinya lebih memahami saat dosen penguji memberikan koreksi dan pertanyaan dari isi skripsinya secara lebih jelas dan spesifik. “Grogi nya pake banget, tapi ya memang disitu letak feel sidang skripsi yang sesungguhnya,” kata dia.

Pengalaman selanjutnya datang dari seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi, LSPR, Febriliana Aulia, yang mengatakan lebih menikmati sidang skripsinya yamg dilakukan secara langsung. “Lebih terasa perjuangannya, termasuk apa yang dikoreksi oleh penguji,” ujar Febri.

Senada dengan Febri, Raesa Ikhmalia, mahasiswi Universitas Negri Jakarta (UNJ) mengatakan dengan dilakukan sidang skripsi secara langsung ia bisa mengerti dimana letak kesalahannya dan membuatnya lebih paham akan saran dan poin-poin revisiannya.

Reporter: Khansa Dhiya Sasikirana

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here