Senin, Oktober 25, 2021

Jakarta Buruk dalam Penanganan Covid-19, Kemenkes Beri Nilai E

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan nilai atau kategori E untuk Pemprov DKI Jakarta, yang artinya buruk dalam pengendalian Covid-19.

Pemberian nilai berdasar kepada laju penularan, tingkat keterisian ranjang rumah sakit hingga kasus yang ada.

“Ada beberapa daerah yang masuk kategori D, dan kategori E seperti Jakarta,” kata Wamenkes Dante Saksono Harbuwono, Kamis 27 Mei 2021.

Ia menyebut, kualitas pelayanan Covid-19 di berbagai provinsi lainnya sudah membaik dan terkendali. Hanya saja, pengecualian untuk Jakarta hingga harus mendapat nilai E alias paling buruk.

Dante menjelaskan, di DKI Jalarta ada 150 kasus Covid-19 terkonfirmasi per 100 ribu penduduk yang dilaporkan setiap pekan. Namun, respons terhadap penerapan 3T (testing, tracing, treatment) terhadap suatu kasus masih rendah.

Kemudian, Dante memprediksi bahwa puncak kasus Covid-19 pasca-Idul Fitri terjadi pada Juni mendatang. Hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi dari peningkatan sebelumnya.

“Kita menghitung dari evaluasi peningkatan tren kasus gradiennya itu dihitung. Kita asumsikan pada pertengahan Juni akan terjadi peningkatan,” ujar Dante.

Peningkatan kasus Covid-19 usai masa libur Lebaran sudah mulai terlihat pada pekan ini. Hal ini akan semakin meningkat pada minggu berikutnya, yang diprediksi akan terjadi peningkatan kasus hingga 50 persen kasus.

“Sebanyak 50 persen kasus dibandingkan dengan sebelumnya pada liburan pasca-Idul Fitri. Sehingga, kami melakukan asusmsi peningkatan ketersediaan obat dengan menyediakan obat 50 persen lebih besar dibandingkan tiga bulan ke depan,” kata dia.

BERIKAN KOMENTAR POSITIF

Ayo berikan komentar
Tuliskan nama

Berita Terbaru

MU Dibantai Liverpool 0-5, #OleOut Trending Topic

MATA INDONESIA, MANCHESTER - Manchester United (MU) dibantai seteru abadinya, Liverpool, dengan skor telak 0-5. Seruan #OleOut makin menggema...
- Advertisement -

Baca berita yang ini