Ilustrasi Rupiah.

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diramalkan akan melanjutkan pelemahan pada akhir pekan, 3 Maret 2020. Kemarin, rupiah ditutup pada posisi Rp 16.475 per dolar AS atau melemah 0,15 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan laju rupiah akan bergerak dari Rp 16.470 hingga Rp 16.700 per dolar AS.

Ia mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan oleh kekecewaan pasar terhadap pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI). BI mengasumsikan bahwa rupiah bisa ke Rp 17.500 per dolar AS hingga Rp 20.000 per dolar AS, akibat pandemi corona.

Kata Ibrahim, statemen Gubernur BI adalah suatu kesalahan besar. Soalnya pasar global sedang rentan dengan adanya tekanan yang cukup ekstrim. Apalagi baru-baru ini defisit neraca berjalan melebar, peringkat kredit menjadi rendah dan cadangan mata uang asing terbatas. “Ini bisa meningkatkan risiko pelarian modal asing dari dalam dalam negeri yang cukup tajam,” katanya, Kamis sore.

Pernyataan tersebut memang sudah direvisi oleh BI pada hari ini. Namun,pemerintah dan BI harus bisa mengayomi masyarakat sehingga tidak terjadi kepanikan yang berlebihan.

Selain itu, dari luar negeri, pelemahan mata uang garuda juga dipengaruhi oleh ketakutan investor atas pernyataan Presiden AS Donald Trump Selasa malam. Ia memperingatkan warga Amerika untuk menghadapi situasi terburuk dari wabah corona (covid-19).

“Trump menyarankan agar warganya menerapkan skema jaga jarak untuk memutus rantai penyebaran wabah. Ini yang membuat pelaku pasar menjadi takut,” ujarnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here