Ilustrasi ujian nasional (Foto: Istimewa)
Ilustrasi ujian nasional (Foto: Istimewa)

MINEWS, JAKARTA – Nasib Ujian Nasional (UN) di Indonesia tinggal menunggu waktu. Ujian yang kerap menjadi momok para siswa sekolah di negeri +62 ini bakal dihapus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Wacana penghapusan UN diakui Nadiem masih dikaji secara intensif pihaknya. Menanggapi rencana itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim pun menyambut positif dan mendukung Ujian Nasional dihapus.

Dukungan itu diberikan karena Ramli beralasan bahwa penentuan lulus atau tidaknya siswa hendaknya dinilai dari sejak siswa tersebut pertama kali masuk sekolah.

“Seharusnya Ujian Nasional dihapuskan saja. Penentuan kelulusan dilakukan berdasarkan portofolio siswa sejak dia pertama masuk hingga dia dinyatakan selesai itu berlaku untuk siswa SD SMP SMA dan khusus untuk SMK berdasarkan penguasaannya pada keahlian yang dipilih jadi tidak perlu yang namanya ujian nasional,” kata Ramli di Jakarta, Minggu 1 Desember 2019.

Hematnya, anggaran penyelenggaraan Ujian Nasional tersebut sebaiknya digunakan untuk pemberdayaan guru-guru di sejumlah wilayah di Indonesia. Sebab saat ini lebih dari 50 persen guru kita statusnya sudah tidak jelas, pegawai negeri sipil bukan juga P3K bukan juga guru tetap yayasan.

Sebelumnya, Nadiem Makarim menyebut pemerintah masih melakukan pengkajian soal penghapusan UN. Meski begitu, pelaksanaan UN di tahun 2020 masih akan tetap dilaksanakan.

“Sedang dikaji masih didalami tim, ditunggu ya, karena enggak makan waktu terlalu lama. Baru minggu lalu kan tahap assesment, tahap mengevaluasi. Jadi ya belum siap, belum kita siapkan,” kata Nadiem.

Nadiem memastikan di 2020 UN masih akan dilaksanakan. Kemungkinan UN akan dihapus di tahun berikutnya. Pengkajian penghapusan UN ini berangkat dari aspirasi guru, murid, dan orang tua murid. Sebab, UN dianggap menimbulkan beberapa efek negatif.

“Ya sudah pasti 2020 kan masih akan jalan UN, cuma sudah kami umumkan biar tenang, sebenarnya ini keputusan untuk tahun berikutnya,” ujarnya.