MINEWS.ID, SURABAYA – Nama Tri Rismaharini sekarang tidak bisa dilepaskan lagi dari jabatan Walikota Surabaya, karena masyarakat merasakan sentuhan perempuan tersebut membuat Kota Pahlawan menjadi jauh lebih baik dan manusiawi.

Lahir di Kediri 20 November 1961, Risma -begitu dia biasa dipanggil- memang tidak diragukan lagi kemampuannya dalam menata kota karena dia sarjana S1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya 1987.

Lalu, 15 tahun kemudian berhasil menyelesaikan pendidikan master dengan kekhususan Manajemen Pembangunan Kota, juga di perguruan tinggi yang sama pada 2002.

Kelihaiannya menata Surabaya bukan hanya diakui di dalam negeri tetapi juga negara-negara manca. Maka menjelang periode kedua masa pemerintahannya berakhir Risma telah mengoleksi banyak penghargaan dan prestasi di bidang perkotaan sebagai berikut;

  1. Presiden UCLG-ASPAC

Pada Kongres UCLG-ASPAC 2018, Risma terpilih menjadi presiden 14 September 2018. Dia menggantikan Gubernur Provinsi Jeju, Korea Selatan, Won Hee-ryong. Masa tugasnya akan berakhir pada 2020. UCLG-ASPAC adalah asosiai pemerintah kota dan daerah se- Asia-Pasifik.

2. Piala Adipura

Sejak 2011 hingga 2017, Risma selalu mengantarkan Surabaya memperoleh Piala Adipura yang merupakan penghargaan bagi kota dengan lingkungan baik dan bersih. Sementara pada 2017 Adipura yang diterimanya spesial yaitu Adipura Adipurna.

3. Kota dengan Partisipasi Terbaik

Mantan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) itu juga membuat Surabaya diganjar penghargaan kota yang terbaik partisipasinya se-Asia-Pasifik versi Citynet pada 2012. Penghargaan diberikan karena Pemerintah Kota Surabaya berhasil menggerakkan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan mereka.

4. Future Government Award

Surabaya juga memperoleh penghargaan sebagai Future Government Award 2013. Penghargaan itu di bidang data center dan inklusi digital dengan menyisihkan 800 kota lainnya se Asia-Pasifik.

5. Central Clearing House

Dalam mengelola Subaya,Rima menerakan sistem respon cepat (central clearing house) dengan mengambil inspirasi dari sistem respon pelanggan dari restoran cepat saji McDonald’s. Warga dapat mengirim keluhan dan saran dengan telepon, sms, surat elektronik, fax, situs internet dan sosial media. Surabaya membangun Broadband Learning Centre untuk memberi pelatihan bagi petani agar terkoneksi dengan jaringan sistem pelayanan daring. Sistem ini memudahkan petani dan pekerja sektor lain untuk membangun akses pemasaran produk.

6. Taman Bungkul

Taman bungkul yang dipugarnya meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013.

7. Mayor of the Month

Pada Februari 2014, Tri Rismaharini dinobatkan sebagai Mayor of the Month atau wali kota terbaik di dunia untuk bulan itu. Dia terpilih karena kepemimpinannya di kota tersebut paling dibandingkan walikota seluruh dunia.

8. Future City versi FutureGov untuk Surabaya Single Window (SSW)

Akhir 2014, Surabaya menerima penghargaan internasional Future City versi FutureGov untuk Surabaya Single Window (SSW). Penghargaan ini diberikan untuk sistem pelayanan kemudahan izin investasi Kota Surabaya.

9.Walikota Terbaik Dunia

Februari 2015, dia dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi World City Mayors Foundation. Penghargaan itu karena keberhasilannya mengubah wajah Surabaya dari kota kumuh menjadi hijau dan tertata rapih.

Penghargaan itu diberikan karena Risma dianggap sebagai figur enerjik yang antusias mempromosikan kebijakan sosial, ekonomi dan lingkungan secara nasional maupun internasional. Dia juga dinilai berhasil memanfaatkan lahan mati dan menyulapnya menjadi taman kota.

Risma juga dipuji karena keberaniannya menutup kawasan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yaitu Gang Dolly, serta respon cepatnya dalam menangani korban insiden AirAsia QZ8501.

10. Tokoh Berpengaruh

Maret 2015, nama Tri Rismaharini masuk dalam jajaran 50 tokoh berpengaruh di dunia versi majalah Fortune. Namanya disejajarkan dengan tokoh-tokoh dunias seperti CEO Facebook Mark Zuckerberg, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan lainnya.

Risma dinilai berhasil melakukan banyak terobosan luar biasa di Surabaya tentang lingkungan, dan ia juga dinilai telah berhasil mengubah kota besar dengan jutaan penduduk yang sarat polusi, kemacetan, dan kekumuhan menjadi kota metropolitan yang tertata, kaya akan taman lanskap dan ruang hijau lainnya. Risma juga dinilai berhasil mengubah banyak lahan pemakaman gersang menjadi ruang penyerapan air sehingga dapat menangkal banjir.

11. Bintang Jasa Utama

Di dalam negeri Risma juga menerima penghargaan tertinggi yaitu Bintang Jasa Utama dari Presiden Jokowi karena keberhasilannya membangun kembali citra kota Surabaya menjadi tertata rapi dan manusiawi, serta prestasinya sebagai kepala daerah yang mengabdikan diri kepada rakyat. Bintang itu disematkan pada 13 Agustus 2015. Bintang Jasa Utama adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga negara sipil.

12. Bung Hatta Anti Corruption Award.

Penghargaan itu diterimanya November 2015 karena Risma dinilai berhasil membangun Surabaya menjadi kota yang sukses mengembangkan sistem smartcity, terutama e-procurement untuk lelang pengadaan barang secara elektronik.

Dia juga dinilai berhasil membangun sistem e-goverment di Surabaya sehingga mengontrol pengeluaran dinas-dinas menjadi lebih mudah, mencegah praktik korupsi, dan hasilnya menghemat anggaran pemerintah kota Rp 600-800 miliar tiap tahunnya.

13. Penghargaan Le Kuan Yew City

Penghargaan itu diperoleh karena Surabaya dianggap sebagai salah satu kota besar di dunia yang mampu mempertahankan dan mengelola kampung di tengah kota melalui manajemen pemerintah dan partisipasi masyarakat yang sangat baik.

Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang memperoleh penghargaan itu. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Risma di Singapura pada 9 Juli 2018.