Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta masyarakat waspadai hujan ekstrem
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta masyarakat waspadai cuaca ekstrem

MATA INDONESIA, JAKARTA-Bencana terus datang bertubi-tubi menghantam Indonesia di awal Tahun 2021. Mulai dari gempa di Sulawesi Barat, banjir besar di Kalimantan Selatan, longsor di Sumedang, Jawa Barat, serta banjir dan longsor di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memberikan penjelasan mengapa bencana itu terjadi.

Menurutnya, bencana akibat cuaca ekstrem sudah diprediksi oleh lembaganya sejak akhir September 2020. BMKG juga telah menyebarluaskan prediksi tersebut ke berbagai pihak, bahwa ketika Indonesia memasuki musim penghujan, puncaknya akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.

Rita memaparkan, ada beberapa fenomena alam yang terjadi bersamaan dan memicu terjadinya cuaca ekstrem ini, yakni badai la nina, angin muson Asia, madden julian oscillation atau pergerakan udara basah dari Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia.

Selain itu, juga bersamaan dengan fenomena seruak udara dingin dari dataran tinggi Tibet, ditambah fenomena lokal di wilayah-wilayah yang topografinya pegunungan yang berinteraksi dengan atmosfer setempat.

“Semua fenomena dapat terjadi bersamaan, yang kami prediksi dari Januari sampai Maret 2021 terjadi peningkatan curah hujan hingga mencapai 300 mm sampai 500 mm dalam setiap bulannya,” ujar Rita, dilansir dari akun Instagram resmi @infoBMKG, Selasa 19 Januari 2021.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi multi risiko, yakni bencana yang terjadi secara bersamaan. Misalnya gempa bumi yang terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat, bersamaan dengan longsor dan cuaca ekstrem, serta ada potensi banjir.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here