Ilustrasi Rupiah
(Ilustrasi Rupiah).

MINEWS.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah diramalkan akan tetap melemah atas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 2 September 2019.
Sebagai perbandingan, nilai tukar rupiah kemarin ditutup di posisi Rp14.216 per dolar AS atau melemah 0,14 persen.
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak elemah di kisaran Rp 14.185 hingga Rp 14.225 per dolar AS.
Ia mengatakan bahwa rupiah masih akan digempur oleh sentimen negatif dari eksternal terutama BREXIT dan Demo di Hongkong.
Pelaku pasar mulai melihat tanda-tanda krisis dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau disebut Brexit. Perdana Menteri Boris Johnson akan mengirimkan rencananya secara rinci untuk menghindari perbatasan keras (hard border) di Irlandia Utara.
“Rencana itu melibatkan serangkaian pusat bea cukai yang terletak beberapa mil dari perbatasan,” kata Ibrahim kemarin sore.
Sementara, Situasi di Hong Kong masih bergejolak. Kapal-kapal polisi yang berpatroli di Victoria Harbour dan operator kereta api kota menutup beberapa stasiun kereta bawah tanah di sekitar lokasi-lokasi bentrokan.
“Sementara pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, sedang merayakan perayaan di Beijing, wakilnya Matthew Cheung mengatakan China terus “sepenuhnya mendukung” pemerintah kota,” ujar Ibrahim.
Sementara itu, dari dalam negeri, gelombang demo terkait sikap anggota DPR RI seolah-olah tak berhenti selama sepekan.
“Situasi politik-sosial-keamanan yang masih penuh tanda tanya dan bisa memanas kapan saja kemungkinan membuat investor menahan diri. Kalau kondisi semakin dirasa tidak aman, maka ada risiko arus modal asing berbalik keluar sehingga rupiah bakal tertekan lagi,” kata dia.