Presiden AS Donald Trump

MINEWS.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ini sedang disorot tajam oleh anggota perkumpulan agama, termasuk Imam Islamic Center di New York kelahiran Indonesia Shamsi Ali, karena semakin rasis.

Puncak kontroversi tersebut bermula dari utasan cuitan Trump hari Minggu 14 Juli 2019, yang menyebut anggota Kongres, Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Ayanna Pressley dan Rashida Tlaib “berasal dari negara-negara dengan pemerintahan yang kacau” dan “harus kembali ke negara asal mereka”.

Seperti dilansir BBC, Shamsi Ali mengaku anggota jemaahnya banyak yang juga mendapat perlakuan rasis tersebut di kalangan masyarakat setelah pernyataan Trump yang menyuruh pulang anggota kongres non-kulit putih tersebut.

Meski begitu Shamsi mengaku belum mengalaminya langsung. Sedangkan anggota jemaahnya yang mengalami kebanyakan berasal dari Asia Selatan seperti Bangladesh karena kulitnya tidak putih.

“Sikap rasisme Amerika semakin terbuka sejak Donald Trump terpilih karena mereka merasa mendapat pembenaran, sehingga mereka semakin terbuka untuk mengekspresikan. White supremacist semakin menjadi-jadi. Targetnya, bukan non kulit putih tapi juga orang Yahudi. Orang amerika menghadapi masalah berat karena presidennya,” kata Shamsi yang dikutip BBC, Kamis 18 Juli 2019.

Akhinya resolusi mengecam Trump diloloskan setelah memperoleh 240 suara pendukung dan 187 yang menentang. Empat anggota Republik – partai pendukung Trump- mengikuti langkah 235 anggota Partai Demokrat yang meloloskan resolusi.

Resolusi ini adalah pernyataan pendapat dan tidak mengikat secara legal. Namun mengkritik perilaku presiden sangat jarang terjadi.

Shamsi Ali menyatakan teman-temannya yang Yahudi juga mengalaminya dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya persentase anti-Semitisme justru lebih tinggi dari anti-Islam.

“Mungkin karena orang Islam tidak berani melapor…Ini terjadi di mana-mana,” ujar Shamsi.

Prinsipnya semua yang dikategorikan minoritas mendapat perlakuan rasis di AS sekarang.

Mereka itu mulai dari hispanik, Afrika, orang Yahudi, orang Islam, khususnya dari Timur Tengah dan Asia Selatan mendapat perlakuan rasisme yang cukup tinggi.

Pelaku rasis juga seolah mendapat perlindungan pemerintah.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here