Ilmuan sebut ada 7 planet yang layak huni
Ilmuan sebut ada 7 planet yang layak huni

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sebuah penelitian terbaru menjelaskan bahwa ada tujuh planet mirip bumi yang layak huni untuk manusia. Hal itu diungkap oleh penelitian yang dipimpin oleh ilmuan UC Riverside (University of California, Riverside) bernama Stephen Kane.

Dalam penelitiannya ia mengatakan bahwa dalam sebuah sistem bintang, banyak yang beranggapan bahwa setidaknya sistem itu memiliki satu planet yang mendukung kehidupan.

Berdasarkan penelitian terbaru, sistem bintang pada exoplanet (planet di luar Tata Surya) diyakini dapat memiliki tujuh planet sekaligus yang dapat menampung kehidupan.

Pencarian kehidupan di luar angkasa biasanya difokuskan pada apa yang oleh para ilmuwan disebut sebagai “Habitable Zone” atau “Zona layak huni”.

Itu adalah area di sekitar bintang di mana sebuah planet yang mengorbit memiliki lautan air cair. Kane telah mempelajari “Tata Surya” terdekat lain bernama Trappist-1, yang memiliki tiga planet mirip Bumi di Zona Layak Huni.

Sistem bintang kerdil yang berjarak 39 tahun cahaya dari Bumi ini dicurigai ilmuwan mempunyai tiga planet yang mendukung kehidupan.

“Ini membuat saya bertanya-tanya tentang jumlah maksimum planet layak huni yang mungkin dimiliki oleh sebuah bintang, dan mengapa bintang kita hanya memiliki satu. Rasanya tidak adil,” kata Kane saat mengawali penjelasannya.

Dikutip dari IFL Science, Kane juga mencurigai Jupiter, yang memiliki massa dua setengah kali lipat dari semua planet lain di Tata Surya, membatasi kemampuan sistem untuk menampung lebih banyak planet layak huni.

“Ini memiliki efek besar pada kelayakhunian Tata Surya kita karena itu masif dan mengganggu orbit lainnya,” kata Kane.

Sebagai informasi, para astronom telah meneliti dalam beberapa dekade mengenai apakah sebuah planet dengan massa seperti Jupiter membuat potensi kehidupan lebih dekat atau tidak.

Keberadaan Jupiter diprediksi mempengaruhi jumlah komet pembawa air yang menabrak planet bagian dalam saat planet dalam proses pembentukan jutaan tahun sebelumnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here