Pasukan Inggris di Afganistan. (Foto: Channel 4)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Menteri Pertahanan, Ben Wallace mengatakan Inggris mungkin akan mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) yang memangkas jumlah pasukan di Afganistan. Meski demikian, Inggris akan terus bekerja sama dengan pemerintahan AS melindungi keamanan wilayah setempat.

Diketahui, Pentagon memutuskan untuk memangkas jumlah pasukan di tiga negara, yakni Afganistan, Irak, dan Somalia. Di Afganistan misalnya, jumlah pasukan AS yang semula 4,500 menjadi 2,500. Jumlah ini juga berlaku untuk Pasukan AS di Irak.

Namun, pemangkasan Pasukan AS di tiga negara tersebut baru akan terealisasi pada Januari mendatang. Hal ini resmi dikonfirmasi oleh Pejabat Menteri Pertahanan AS, Christopher Miller.

“Saya berharap jika mereka (AS) mengurangi jumlah pasukannya, maka kami akan menguranginya juga,” kata Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, melansir Reuters, Jumat, 20 November 2020.

Wallace mengatakan Inggris memiliki ruang lingkup terbatas untuk bertindak secara independen dari sekutu terbesarnya. Tetapi peningkatan anggaran yang telah disepakati dengan Kementerian Keuangan Inggris tahun depan akan memberi pilihan yang lebih besar.

“Bagian dari tinjauan pertahanan ini adalah bagaimana Inggris bisa lebih mandiri. Bagaimana kita bisa saling melengkapi negara-negara lain di seluruh dunia, jika satu kekuatan atau lainnya mundur dan kami… memutuskan tinggal lebih lama, maka kami tetap dapat melakukannya,” sambungnya.

“Saat ini jika Amerika Serikat secara sepihak menarik diri dari beberapa negara, kami mendapat tantangan,” tuntas Wallace.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here