Perang dagang
Amerika Serikat vs Cina (Ilustrasi)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Beberapa jam lagi, Joe Biden akan dilantik dan resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46. Sederet pekerjaan pun sudah menanti mantan Senator Delaware itu.

Biden diharapkan untuk mengambil sikap agresif terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Cina saat ini. Calon Direktur Intelijen Nasional (DNI) yang juga merupakan mantan wakil direktur CIA, Avril Haines mengatakan, AS akan memprioritaskan untuk mencurahkan lebih banyak perhatian terhadap Beijing.

“Pendekatan kami ke Cina harus berkembang dan pada dasarnya memenuhi kenyataan Cina yang tegas dan agresif yang kita lihat saat ini. Saya mendukung sikap agresif dalam arti, untuk menghadapi tantangan yang kita hadapi,” kata Avril Haines, melansir Reuters.

Konflik Washington dan Beijing kian meruncing seiring dengan peperangan antara pejabat kedua negara. Salah satunya adalah masalah visa, Cina memandang keputusan AS untuk membatasi visa pengunjung untuk anggota Partai Komunis dan keluarga, juga larangan kapas Xinjiang sebagai tanda-tanda yang menkhawatirkan.

Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut juga tengah tenggelam ke titik terendah dalam beberapa dekade karena sederet masalah, seperti perdagangan, teknologi, keamanan, hak asasi manusia, serta virus corona.

Selain itu, ada pekerjaan rumah lain yang harus diselesaikan Biden, yakni masalah Pakta Nuklir Iran 2015, di mana AS keluar dari perjanjian tersebut tahun 2018. Haines menambahkan, prioritas Biden termasuk memulihkan kepercayaan dalam komunitas intelijen dan rakyat AS, yang terkadang direndahkan Presiden Donald Trump.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here