MINEWS, INTERNASIONAL – Media sosial bukan hanya dipakai untuk berinteraksi antar orang yang berjauhan. Pada keadaan tertentu, medsos justru menjadi alat dalam perang yang perannya sangat vital.

Seperti yang dilakukan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, yang memanfaatkan WhatsApp untuk mengorek dan mengumpulkan informasi rahasia militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF)

Tentu saja cara itu membuat Israel geram. Salah seorang pimpinan tinggi IDF melaporkan bahwa Hamas telah mengelabui mereka dengan mengutus orangnya menyamar menjadi tentara Israel.

Padahal, orang tersebut adalah peretas yang bermarkas di Gaza. Peretas itu melakukan percakapan rutin dengan personel IDF melalui WhatsApp, sembari menggunakan koneksi tertentu untuk mengekstraksi informasi-infromasi rahasia.

Hebatnya, para peretas dari kelompok Hamas itu bahkan kedapatan menggunakan informasi asli. Informasi ini kemungkinan didapatkan dari tentara lain dalam sebuah diskusi Whatsapp sebelumnya, untuk membuktikan identitas mereka sebagai personil IDF.

Akibat banyaknya informasi yang bocor, IDF secara tegas meminta seluruh personelnya agar berhati-hati menyebar informasi yang sifatnya rahasia, terutama menyangkut strategi militer.

Namun, bukan kali ini saja Hamas mampu membobol kerahasiaan militer Israel. Sebelumnya, pada 2018, Hamas kedapatan menggunakan akun palsu di Facebook dan beberapa jenis aplikasi kencan.

Akun palsu itu bertugas merayu para prajurit militer Israel yang diminta bercerita mengenai berbagai informasi dari negaranya, atau informasi rahasia di tubuh IDF.