MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un kembali menunjukkan keberingasannya sebagai pemimpin. Terbaru, ia mengeksekusi mati enam orang sekaligus karena terlibat skandal prostitusi, empat di antaranya pejabat negara.

Mengutip Express, Rabu 12 Agustus 2020, eksekusi itu sudah dilakukan pada 20 Juli 2020 lalu. Namun, informasinya baru bocor belakangan ini.

Keenam orang yang dieksekusi itu juga termasuk dua muncikari, yang menjadi jembatan transaksi seksual di lokasi pemandian umum.

Sementara wanita yang diperdagangkan diketahui adalah beberapa mahasiswi yang kuliah di Universitas Musik dan Tari Pyongyang serta Universitas Seni Drama dan Sinematik Pyongyang.

Wajar Kim marah besar. Ternyata, ia adalah penyokong utama dana bagi kedua kampus tersebut. Gadis-gadis berusia 20-an itu diketahui diiming-imingi pekerjaan sampingan dengan gaji lebih dari 500 ribu per bulan.

Kasus ini terungkap setelah mahasiswi melapor ke polisi. Ia merasa ditipu, karena pekerjaan yang dijanjikan, gajinya tak sesuai perjanjian.

Aparat kemudian menyelidiki laporan itu dan menangkap orang-orang yang terlibat. Mereka kemudian melapor ke Kim karena menilai kasus ini terlalu berat. Kim marah besar, lalu eksekusi mati itupun dijalankan.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here