MATA INDONESIA, JAKARTA – Gemparnya wabah pneumonia misterius di Cina membuat seluruh negara di Asia waspada. Kementerian Kesehatan RI pun ikut menghimbau agar masyarakat Indoneia tak perlu panik.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes RI Anung Sugihartono mengatakan, gejala umum pneumonia biasanya ditandai dengan demam, batuk dan sulit bernapas.

“Bagi warga mengalami gejala tersebut harap segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke layanan fasilitas kesehatan terdekat,’ ujar Anung dalam laman resmi Kemenkes RI.

Untuk itu, masyarakat dihimbau supaya dapat menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih. Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang lengkap dengan buah dan sayuran. Anung juga menyarankan agar masyarakat beristirahat secara cukup dan olahraga selama 30 menit sebelum melakukan aktivitas setiap hari.

Bagi masyarakat yang akan pergi ke Cina, Hongkong, Wuhan, Beijing, Kata Anung, diminta untuk memantau perkembangan penyakit tersebut dan tak lupa untuk selalu berkonsultasi dengan lembaga kesehatan setempat.

“Jika di perjalanan merasa berinteraksi dengan orang yang kelihatan memiliki gejala pneumonia, segerakan untuk berobat. Begitun pun, jika gejalanya timbul setelah tiba di Indonesia juga harus segera berobat” katanya.

Seperti yang diketahui, puluhan orang terinfeksi dengan penyakit itu dan tujuh pasien di antaranya kritis. Di Kota Wuhan tecatat sebanyak 59 kasus pneumonia aneh yang dilaporkan.

Awalnya, wabah ini baru diketahui sejak akhir Desember 2019 dan menjadi kekhawatiran bagi Cina yang ditakutkan penyakit servere acute respiratory syndrome (SARS) muncul kembali.

Sampai saat ini penyebab wabah penyakit tersebut belum bisa diidentifikasi, tapi pada umumnya pasien penderita penyakit tersebut akan menunjukkan gejala seperti demam, sulit bernapas, dan esi invasif pada paru-paru yang dapat diketahui dari hasil rontgen dada. (Fitria)